News Update :
Faisal Abdullah Al Makki. Diberdayakan oleh Blogger.

TheLAN Actions

FIFA KLASEMEN

Petir dan Hujan Bubarkan Latihan PSAP

Kamis, 12 Mei 2011

PEMAIN PSAP Sigli mendengar instruksi pelatih sebelum menjalani latihan di Stadion Rondong Demang, Tenggarong, Kukar, Kalimantan Timur, petang kemarin. FOTO-IST

SIGLI -Latihan skuad PSAP Sigli, Pidie, di Stadion Rondong Demang Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur, Rabu (11 /5) petang, dibubarkan hujan deras dan petir.

“Kemarin sore, kita langsung berlatih di markas Mitra Kukar. Saat Ferry Komul dkk sedang serius berlatih, tiba-tiba hujan deras dan dentuman petir turun. Akhirnya, kita pun mengakhiri latihan itu,”  lapor arsitek PSAP, Anwar melalui saluran telepon dari Kalimantan Timur, tadi malam.

Menyusul peristiwa alam itu, pemain terpaksa lari mencari tempat berteduh. Pun begitu, untuk menghindari hal-hal tidak diinginkan, tim pelatih tak melanjutkan sesi latihan. Setelah hujan reda, pemain PSAP bersiap-siap kembali ke penginapan.

Sebenarnya, sesuai jadwal yang diberikan Panpel, Reza cs berlatih Rabu pagi. Namun, kata Anwar, mengingat kondisi pemain yang masih lelah karena perjalanan jauh, akhirnya dirinya memutuskan latihan digelar petang. Sebelum hujan dan petir turun, mereka masih dapat berlatih selama sejam.

Dalam latihan yang berlangsung dalam suasana kompak itu, Ikhwani dkk lebih banyak difokus pada pemulihan fisik. Hal ini tak lepas karena pemain PSAP masih keletihan. “Kita berlatih ringan dengan fokus pemulihan stamina anak-anak. Alhamdulillah, pemainpun bisa mengikutinya dengan baik,” kata ayah tiga anak tersebut.

Pada kesempatan itu, pelatih yang sukses membawa Persiraja serta PSAP promosi ke divisi utama menegaskan kepada Osas Saha cs agar fokus, konsentrasi, dan serius menghadapi babak delapan besar di Tenggarong. Karena, ini kesempatan terbaik bagi PSAP untuk mampu mencetak prestasi di level nasional.

“Kita sudah tiba di arena pertempuran sebenarnya. Sudah saatnya kita lupakan segala persoalan dan masalah yang ada. Kini, warga beserta pecinta PSAP menunggu hasil terbaik dari kita. Terlebih yang kita bawa kemari adalah harkat dan marwah Kabupaten Pidie,” tegas Anwar yang didampingi asisten pelatih, Armand dan pelatih kiper, Muzakkir.

Sementara itu, pagi ini, Reza Fandi, Ikhwani, Sayuti, Ferry Komul, Bustami dan Fakhrurrazi akan ujicoba Stadion Madya Aji Imbut yang merupakan venues. “Kita diberi jatah melakukan ujicoba lapangan dari pukul 07.00-08.00 WITA. Sementara PSMS diberikan waktu mulai pukul 09.00-10.00 WITA,” ungkapnya.

Tiba
Skuadra PSAP Sigli tiba di Tenggarong setelah menempuh perjalanan menggunakan pesawat komersial dari Banda Aceh, Jakarta dan Balikpapan. Sementara dari Balikpapan menuju Tenggarong menumpang bus dengan menempuh perjalanan selama 4 jam. Pukul 24.00 WITA, Rabu (11/5) dini hari, pemain PSAP berserta rombongan tiba di Tenggarong dan menginap di Hotel Karya Tapin II.

“Alhamdulillah kita sampai di Tenggarong dengan selamat. Semua pemain saat ini dalam kondisi sehat. Hanya saja, menu makan yang dipersiapkan oleh petugas tak sesuai di porsi makanan sedikit sehingga tidak cukup bagi kami, dan ini sudah kita laporkan pada petugas hotel, dan kita komplain saat tehnical meeting,” tukas  Anwar.

Seperti diketahui, pada babak delapan besar divisi utama Liga Indonesia musim 2010/2011, sebagai penghuni grup B, PSAP akan bertarung dengan PSMS Medan di Stadion Madya Aji Imbut, Tenggarong Seberang Kalimantan Timur, Kamis (13/5) malam. Lalu, Persiba Bantul dan tuan rumah Mitra Kukar.

Pertarungan melawan Ayam Kinantan (julukan PSMS) merupakan perang jilid ketiga. Di pertemuan pertama, PSAP sukses membungkam PSMS dengan skor 2-0 melalui gol Ferry Komul, dan Osas Saha. Sementara di leg kedua, PSAP menyerah 0-2 lewat gol berbau off-side dari Ary Yuganda, dan Rinaldo. Kini, di tempat netral, skuadra PSAP wajib membuktikan ketangguhan dan sekaligus sebagai modal pertama dalam babak 8 besar.(naz)    

Jelang Babak 8 Besar Divisi Utama PSAP Terganggu Panjar Kontrak Pemain

SIGLI - Persiapan skuadra PSAP Sigli menghadapi persaingan keras di babak delapan besar kompetisi divisi utama musim ini terganggu. Hal ini tak lepas dari belum dibayarnya panjar kontrak 25 persen, serta pemain tak menerima gaji selama empat bulan.

“Secara pribadi, saya sangat terganggu dengan belum lunasnya panjar kontrak di PSAP. Sepakbola ini kehidupan bagi saya serta juga untuk memenuhi kehidupan keluarga saya. Maunya panjar kontrak kami segera dibayar termasuk gaji,” lapor sejumlah pemain kepada Serambi, siang kemarin.

Menurutnya, selama memperkuat tim kesayangan masyarakat Kabupaten Pidie tersebut, pemain PSAP baru menerima gaji Oktober, Nopember, Desember 2010 dan Januari 2011. Sementara itu gaji untuk Februari, Maret, April, dan Mei masih belum diterima sama sekali.

Terkait soal belum lunasnya panjar kontrak 25 persen yang menjadi hak dari pemain, mereka mengaku sejak awal kompetisi berulangkali telah menanyakan kepada manajemen, dan pengurus. Ternyata, pemain hanya menerima janji-janji manis saja. Sementara panjar itu tidak dibayar juga.

“Waktu awal liga kami sudah berulangkali bertanya kepada pengurus dan manajemen soal pelunasan panjar kontrak. Pengurus selala saja berasalan akan mengusahakan atau menebar janji palsu. Tak lunasnya panjar, dan gaji akan membuat kami tak akan fokus dalam menghadapi pertandingan di babak 8 besar,” ungkap sejumlah pemain.

Para pemain mengaku jika publik sepakbola Pidie memiliki tuntutan agar mereka bisa sukses di Kalimantan Timur. Namun, kondisi belum menerima 25 persen panjar kontrak dan gaji setidaknya akan membuat penampilan mereka tak stabil. “Selama ini kami sudah berusaha agar bisa memenuhi tuntutan masyarakat. Kini, sudah saatnya kami dapat menerima hak kami,” demikian pengakuan pemain PSAP.

Sementara itu, dari sumber-sumber Serambi, bahwa untuk kompetisi musim ini, skuad PSAP Sigli memiliki dana yang berasal dari APBK  Perubahan (APBK-P) Rp 200 juta, bantuan Gubernur Aceh Rp 650 juta, biaya promosi dari pihak ketiga Rp 150 juta, dan APBK tahun 2011 sebanyak Rp 2 miliar.

Dari jumlah dana mencapai Rp 3 miliar tersebut, ternyata hak para pemain PSAP kompetisi musim 2010/2011 ini belum juga lunas. Kini manajemen dan PSAP Sigli cuma memiliki satu-satunya sumber untuk membayar hak pemain yakni dari bantuan Pemerintah Aceh lewat APBA 2011. Dana bantuan itu berjumlah Rp 1,5 miliar, karena pihak dari propinsi memang plot dana untuk empat Aceh yang berlaga di divisi utama.

Belum bayar panjar
Manejer PSAP Sigli, Muhammad Yasin Amin, mengakui panjar kontrak 25 persen belum dibayar kepada pemain. Panjar tersebut direncanakan akan dibayar dalam waktu dekat ini.

“Saya telah membicarakan dengan Bupati Pidie dan DPRK, agar bisa dianggarkan dana pada perubahan anggaran tahun ini untuk membayar panjar kontrak 25 persen pemain. Dan, mereka telah menyetujuinya,” kata Yasin yang menghubungi Serambi, Selasa (10/5) kemarin.

Dalam kesempatan tersebut, Kolonel sapaan M Yasin menegaskan jika gaji pemain PSAP telah dibayar terhitung Desember 2010 hingga April tahun ini. Sementaran untuk jatah bulan Mei, pihak pengurus belum membayarnya. Namun, gaji tersebut akan dilunasi ketika para pemain pulang dari Kalimantan Timur.

Dikatakan, kendati gaji pemain untuk bulan Mei belum dibayar pihak pengurus. Akan tetapi, pemain telah meminjam uang pada manajemen Rp 9 juta hingga 15 juta. “Saya yakin anak-anak tak terkendala melakoni pertandingan melawan PSMS, Persiba Bantul dan Mitra Kukar pada laga delapan besar ini,” kata Kolonel.

Ia menjelaskan, prestasi yang telah diukir anak-asuh Anwar ini patut dibanggakan karena Laskar Aneuk Nanggroe sukses melaju ke delapan besar. Untuk itu, seharusnya pemerintah daerah harus lebih peduli terhadap kebangkitan PSAP.

Kepedulian itu harus dituangkan dalam pengalokasian dana yang seimbang bagi tim kebanggaan masyarakat Pidie ini. Seperti sekarang ini, kata Kolonel, dana yang diperlukan Rp 7,2 miliar, namun yang dianggarkan dalam APBK justru Rp 2 miliar. Padahal, dana yang telah habis sejak putaran pertama kerdua mencapai Rp 4 miliar lebih. “Makanya kendati saat ini kubu PSAP kekurangan dana, namun pemain harus tampil lebih maksimal untuk melangkah ke Liga Super. Karena hal itu sudah target kita,” demikian Kolonel.(naz/c43)  
*** serambi indonesia

Bakrie Beli Saham Klub Sepakbola Belgia

Minggu, 01 Mei 2011

Foto: Andhika Nuraga Bakrie, anak Nirwan Bakrie, berpose dengan kaos official Vise. Saat ini pemegang saham mayoritas di Klub Vise adalah keluarga Bakrie.
Liege - Mayoritas saham Klub sepakbola Royal Cercle Sportif Vise (CS Vise) kini dikuasai Keluarga Bakrie melalui PT Pelita Jaya Cronus. Klub tersebut resmi dibeli Pelita 15 April 2011.

"Kami sudah menandatangani kontrak pembelian saham tersebut 15 April 2011. Mayoritas saham klub Vise sekarang dikuasai keluarga Bakrie melalui Pelita Jaya," jelas Iman Djuniardi, Direktur Vise saat berbincang-bincang dengan detikLanersSport.

Namun Iman tidak mau menjelaskan berapa nilai pembelian saham klub tersebut. Dia hanya bilang lebih dari 50 persen sahamnya telah dikuasai Pelita Jaya.

Dijelaskan Iman, meski telah membeli saham mayoritas namun secara kepengurusan klub, Pelita Jaya tetap mempercayakan Thiry sebagai presiden klub. Pelita Jaya hanya memasukan beberapa orangnya di klub tersebut, seperti Andhika Nuraga Bakrie, sebagai chairman klub, dan Iman Djunardi sebagai direktur klub.

Klub Vise saat ini berada peringkat 5 divisi II Belgia. Meski demikian, kata Iman, masa depan klub ini diharapkan bisa cemerlang dalam 2-3 tahun mendatang. Sebab secara infrastruktur klub ini sudah baik.

Salah satu infrastruktur yang dimili vise adalah Vise Football Academie (VFA). Akademi ini memiliki setidaknya 400 siswa yang usianya mulai dari 6 tahun hingga 17 tahun. Selain itu VFA punya 10 lapangan untuk berlatih.

“Vise punya sistem pembinaan pemain muda yang sangat bagus di bawah Akademi Sepakbola Vise. Kami punya 40 tim usia 6-17 tahun bernaung di bawah akademi tersebut dengan total jumlah pemain muda sekitar 600 orang,” timpal Roberto Regis Milano, Executif Vice President Vise kepada detikLanersSport.

Mantan Presiden klub sepakbola Italia Torino itu menambahkan,selain infrastruktur wilayah Vise yang berbatasan dengan Belanda dan Jerman diharapkan bisa mengadopsi kultur sepakbola yang bagus dari kedua negara tersebut.

"Selain itu bermain di Vise bisa menjadi batu loncatan dan sekaligus menempa mental untuk menuju liga terkemuka Eropa di Belanda, Jerman, Inggris, Spanyol, Italia, dan Prancis,” tutup Roberto.

PSAP Lolos ke Delapan Besar

Banda Aceh- PSAP Sigli, Aceh, memastikan diri lolos ke babak delapan besar
Kompetisi Ti-Phone Divisi Utama Liga Indonesia setelah mencukur PS Bengkulu 5-0
pada pertandingan terakhir musim kompetisi 2010-2011 di Stadion Kuta Asan,
Sigli, Sabtu (30/4).

Tiga dari lima gol PSAP diciptakan Osas Marvelous Ikpefua pada menit ke-13, 30,
dan 41, sedangkan dua gol lainnya disumbangkan Feri Komul pada menit ke-25 dan
Sukman Suaib ke-72.

Kemenangan itu memantapkan PSAP di peringkat kedua klasemen akhir Divisi Utama
Liga Indonesia Grup I dengan mengoleksi 47 poin dari 24 pertandingan dengan 14
kali menang, lima kali bermain seri, dan lima kali kalah. Peringkat pertama
diduduki Persiraja Banda Aceh dengan nilai 48, hasil 24 kali main, 15 kali
menang, 3 kali seri dan 6 kalah. Persiraja memasukkan 43 gol dan kemasukan 25
gol.

Tampil di hadapan sekitar 7.000 pendukungnya, PSAP tampil lamban pada
menit-menit awal babak pertama, sedangkan PS Bengkulu menampilkan pola bertahan.
Setelah melewati 10 menit babak pertama, pemain PSAP mulai bermain menyerang.
Kerja sama Sukman Suaib, Feri Komul, Moussa Dit Bengue Traore di lini tengah
PSAP mampu membuka peluang Osas Marvelous Ikpefua, striker haus gol tuan rumah.
PSAP membuka kemenangan melalui gol Osas Marvelous Ikpefua pada menit ke-13
melalui titik putih. Hadiah penalti berawal dari kemelut di depan gawang PS
Bengkulu yang dikawal Ardana.
Bola liar di depan gawang tersebut menyentuh tangan seorang pemain belakang PS
Bengkulu. Wasit Suprapto menunjuk titik putih. Osas Marvelous Ikpefua yang
mengeksekusi tendangan penalti mampu memperdaya Ardana. Skor berubah 1-0 untuk
PSAP. Sejak itu, gol terus mengalir ke gawang PS Bengkulu, yang tengah dilanda
masalah finansial.

Tim provinsi Aceh lainnya, PSLS Lhok Seumawe mengalahkan tamunya PSSB Bireuen
2-0 pada pertandingan "Derbi Aceh" I di Stadion Tunas Bangsa, Lhokseumawe,
Provinsi Aceh. Dua gol PSLS diciptakan Carlos Raul pada menit ke-49 dan Anton
Irawan ke-67. Kemenangan itu membuat posisi PSLS di peringkat sembilan klasemen
akhir dengan mengemas 29 angka dari 24 pertandingan.
Sementara itu, Persipasi Kota Bekasi mengalahkan tuan rumah Persires Rengat 3-1
dalam pertandingan di Riau, Sabtu. Tiga gol Persipasi masing-masing dicetak
Mansyur (2), Emalue Serge (9) dan Munirul Islam (68).  Gol balasan Persires
dicetak Lubus (33).

Meski menang, Persipasi gagal lolos ke babak delapan besar. Pasalnya, Persipasi
hanya menduduki peringkat kelima klasemen sementara. Jika dibandingkan dengan
capaian musim sebelumnya, hasil ini memperlihatkan penurunan prestasi Persipasi.
Tahun lalu Persipasi berhasil menempatkan diri di peringkat kedua klasemen
akhir, meski akhirnya kalah bersaing pada babak delapan besar.

Rรฉsolvez les problรจmes Osas Saha, Moussa.!!

Senin, 25 April 2011

Assalamualaikum Moussa ..
Moussa est aujourd'hui le leader dans l'รฉquipe du PSAP,
Hard heureux joueur PSAP, Moussa savez sรปrement ..
Nous de la Communautรฉ des amoureux PSAP Sigli (Thelan) a plaidรฉ avec, pour les problรจmes de Osas Saha, pourrait รชtre bien installรฉs et familiaux d'autres joueurs et le Conseil. si cela n'est pas mis en ล“uvre. Thelan entreprise prendra de l'attitude de notre mรฉthode, pour rรฉsoudre les problรจmes qui existent dans le courant du PSAP. S'il vous plaรฎt transmettre au PSAP officiel de gestion et de PSAP.
Nous attendons pour elle de bonnes nouvelles.

Respectueusement/Wassalam

(Chef de la direction Laskar Aneuk Nanggroe)
Faisal Abdullah Al Makki

Laskar Aneuk Nanggroe Mendukung Sikap SOS yang meminta Kelompok 78 Membubarkan Diri


Save Our Soccer (SOS) dalam pernyataan persnya meminta kelompok 78 pemilik suara PSSI untuk membubarkan diri karena jika diteruskan memperjuangkan kelompok tertentu akan mengancam demokratisasi di sepakbola dan akan memperburuk keadaan. Dalam rilis yang dikirimkan oleh salah satu anggota SOS, Apung Widiadi, kepada email TheLAN Senin (25/4/2011), SOS menilai hadirnya Komite Normalisasi (KN) tidak dengan serta merta menyelesaikan masalah PSSI.

"Masalah demi masalah muncul, intrik demi intrik, cara-cara kotor tetap dimainkan untuk memperebutkan posisi PSSI-1. Perebutan kursi kekuasaan PSSI semakin ramai dengan aroma sangat politis namun disisi lain mejadi tidak menarik karena hadirnya muka-muka lama," tulis pernyataan tersebut. Atas hal tersebut, SOS bersama dengan Jak Mania (Pendukung Persija Jakarta) mengaku khawatir akan masa depan sepakbola Indonesia yang tak kunjung membaik. "Sebaliknya justru semakin memburuk dan PSSI bisa habis.

 dibagi-bagi oleh kepentingan kelompok. Melalui Kongres yang demokratis KN harus mengembalikan bahwa PSSI milik rakyat bukan milik kelompok tertentu," tegas SOS.
Berikut enam pernyataan sikap SOS:
1. Menpora harus meminta maaf kepada insan sepakbola Indonesia atas penyataan yang mendukung beberapa calon yang ditolak oleh FIFA. Menpora sudah tidak netral, dan ini akan memperburuk perbaikan karena dikhawatirkan jatuh ke tangan kelompok tertentu. Sebelumnya Menpora menyayangkan keputusan FIFA yang tetap menolak ketiga calon (Nirwan Bakrie, Arifin Panigoro, dan George Toisutta)
2. Komite Normalisasi (KN) harus tegas dan tidak kompromi terhadap kelompok tertentu yang mengincar kursi kekuasaan PSSI. Seperti kita ketahui beberapa keputusan KN sebelumnya merupakan hasil kompromis antara dua kubu pro dan kontra Nurdin Halid.
3. Komite Penyelamatan Persepakbolaan Nasional, Kelompok 78 atau kelompok-kelompok tertentu yang menyatakan memiliki sejumlah suara harus membubarkan diri. Karena jika diteruskan memperjuangkan kelompok tertentu akan mengancam demokratisasi di Sepakbola dan akan memperburuk keadaan.
4. Kongres PSSI harus berlangsung sesuai dengan keputusan FIFA. Harus demokratis dan transparan. Oleh karena itu perlu dibentuk tim independen pengawas Kongres PSSI. Yang beranggotakan wartawan, supporter, dan pengamat sepakbola. Hal ini untuk menghindari kecurangan ataupun politik uang saat kongres.
5. Menolak calon ketua umum PSSI yang mempunyai latarbelakang politik, mantan pengurus PSSI rezim NH (muka lama), koruptor dan orang-orang yang tidak berkompeten tapi memiliki banyak uang (borjuis). Tetapi kami mengapresiasi calon ketua umum PSSI yang diusung melaui jalur Independen.
6. Walaupun kongres hanya dihadiri oleh para Pengurus Provinsi PSSI, masyarakat Indonesia harus mengetahui visi-misi dan program calon ketua umum PSSI. Caranya adalah calon-calon yang lolos harus diuji visi-misinya dulu di Komisi X DPR. Seperti halnya pemilihan ketua KPK. Baru setelah itu calon-calon tersebut diadu di Kongres. Hal ini untuk mengembalikan bahwa kongres PSSI adalah milik masyarakat Indonesia bukan milik pemegang suara saja. 

Nirwan menyatakan legowo jika pencalonannya ditolak FIFA.

Ketua Komite Normalisasi PSSI Agum Gumelar (kiri) dan mantan Wakil Ketua Umum PSSI Nirwan D Bakrie memberikan keterangan kepada wartawan seputar pencalonan Nirwan sebagai bakal calon Ketua Umum PSSI di Sekretariat PSSI di Kompleks Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (25/4/2011). Nirwan menyatakan legowo jika pencalonannya ditolak FIFA.  
Mantan Wakil Ketua Umum PSSI Nirwan Bakrie bersikap legawa terhadap keputusan FIFA yang melarang dirinya untuk maju sebagai ketua umum, wakil ketua umum, dan anggota Komite Eksekutif PSSI periode 2011-2015.
"Saya atas inisiatif sendiri menghadap Pak Agum Gumelar (Ketua Komite Normalisasi). Saya berterima kasih kepada Pak Agum yang memperjuangkan saya. Saya legawa dan tidak sakit hati telah ditolak FIFA," ungkap Nirwan kepada wartawan di kantor PSSI, Senin (25/4/2011).
Dalam kesempatan itu, Nirwan mengaku yakin akan ada sosok yang tepat untuk memimpin PSSI. "Masih banyak orang yang muda-muda bisa memimpin PSSI. Kalau bisa support agar bisa memimpin PSSI," ujar Nirwan.
Ketika ditanya wartawan apakah tetap berkecimpung dalam sepak bola setelah tidak menjabat lagi sebagai wakil ketua umum, Nirwan mengatakan, "Sepak bola sudah bagian dari hidup saya. Saya akan tetap membantu PSSI dan timnas."
Sementara itu, Agum menyambut baik atas sikap Nirwan yang menerima keputusan FIFA. "Terima kasih Pak Nirwan sudah legawa meskipun mungkin kecewa. Sikap ini mungkin akan membantu saya untuk melaksanakan tugas," jelas Agum.
Seperti diberitakan, hasil pertemuan antara Ketua Komite Normalisasi Agum Gumelar dan Presiden FIFA Sepp Blatter pada 19 April lalu memutuskan tetap melarang empat calon yang digugurkan Komite Banding, yakni Nurdin Halid, Nirwan Bakrie, George Toisutta, dan Arifin Panigoro, maju dalam kongres pemilihan anggota Komite Eksekutif PSSI pada 20 Mei mendatang.
Dalam keputusannya, FIFA juga tidak mengakui terbentuknya Komite Pemilihan yang dihasilkan lewat kongres pemilik suara pada 14 April lalu. FIFA hanya menyetujui terbentuknya Komite Banding.

Kuta Asan, kami gak akan Pernah tergantikan!

Minggu, 24 April 2011



Kehadiran TheLAN musim ini untuk mendukung PSAP SIGLI ternyata disambut hangat oleh komunitas Suporter Pecinta Sepabola Pidie, selama ini hubungan emosional antara PSAP dengan Laskar Aneuk Nanggroe memang terjalin cukup baik.

“Memang nah, menyoe na Laskar Aneuk Nanggroe di Kuta Asannyan, sang sang BEUKAH stadion,” papar orang namor satu di Pemprov Aceh, Irwandi Yusuf kepada ketua Laskar Aneuk Nanggroe beberapa waktu yang lalu.

Stadion kuta asan, di Sigli menjadi kandang bagi PSAP selama mengikuti sepakbola Nasional. Stadion yang selama ini menjadi Hak Pinjam Pakai bagi Pemkab Pidie tersebut ternyata masih dimiliki secara Pribadi oleh tokoh yang memang keturunan Ampon. Bagi PSAP sendiri, Kuta Asan merupakan saksi bisu dalam menjalani pahit manisnya, naik turunnya Prestasi team kebanggaan Masyarakat Pidie ini. Tanpa bisa dipungkiri, puncak mboming kembali sepak bola Pidie adalah ketika Team yang pada tanggal 11 Oktober nanti akan berusia 55 tahun terjadi di tahun 2007. Saat itu komposisi Pemain yang di Manajeri oleh pak Yusuf sangat baik, mulai dari el Capitan Tarmizi Rasyid, Dahlan Jalil dan beberapa putra daerah Pidie semisal Hendra Saputra, Putra Aceh asal Kabupaten Bireun Suryadi Karemboo, Hingga Anak Rantau yang hingga tulisan ini saya terbitkan masih bermain dengan nomor punggung 32.. Sukman Suib. Belum lagi kisah perjalanan 4 Fantastique, Wanderson, Wagner, Alfredo, hingga George Massatu yang doyan makan mie caluek (mie lidi yang digoreng). Dan pastinya Coach yang bermodalkan Taktik dan Strategi menyerang, Anwar bahu membahu membuktikan bahwa kepada salah satu pengurus sepakbola Aceh, klo Anwar bukan mengandalkan “sertifikat Tanah” untuk melatih Bola tapi, Beliau buktikan dengan prestasi PSAP lolos ke Divisi Utama (Tahun 2007, kasta tertinggi Sepakbola Indonesia-Admin). Walaupun PSSI saat itu, atas desakan AFC untuk membentuk Kompetisi lebih prestisius dengan Jumlah 18 Team dan harus satu Wilayah, terkubur sudah PSAP merasakan kancah kompetisi elit pesepakbolaan nasional saat itu.

Di tahun 2007 tersebut, PSAP memiliki sebuah komunitas Suporter Paling Fanatik namun belum teroganisir sebagaimana mestinya. Hingga beberapa Suporter di Pidie yang saat itu dipelopori oleh Pak Muchlis (sekarang Sekum PSAP) Zukhri Mauludinsyah Adan, T. Zoelbahra (eks Anggota DPRK)  dan beberapa komunitas supporter Pendukung dan Pecinta PSAP, semisal Wak Jamal, Wak Lai. M.Ali, Pak Din, Bang Adek, Bang Boy, Marzuki, Faisal Al Makki, dan beberapa teman lainnya hingga terbentuklah dengan Sebuah Nama “Laskar Aneuk Nanggroe” atau yang di Singkat TheLAN yang biasa kami bahasakan dengan TELAN,(UE”T) jadi siapapun lawan yang hadir dikuta Asan harus di TELAN.

Seiring berjalannya waktu demi waktu, naik turunnya prestasi PSAP di Divis utama tidak juga membuat Kuta Asan sepi dari hiruk pikuk pendukung setia PSAP, dukungan semangat disetiap PSAP bertanding sangat membahana. Karena mereka yang datang ke Kuta Asan adalah murni karena kecintaan mereka dan loyalitas tinggi yang mereka tunjukan  dan berikan kepada PSAP pantas di ancungin 2 jempol. Karena dukungan suporter dan kerja keras penguruslah PSAP bisa berprestasi. Pasca musim 2007, Coach Anwar Hijrah ke PSSB dengan diikuti oleh beberapa Pemain PSAP, seperti Suryadi, Hendra Saputra dan lainnya,diakui atau tidak sangat memukul hati dan perasaan Laskar Aneuk Nanggroe. Betapa tidak, PSAP mulai kocar kacir, kekalahan demi kekalahan diderita oleh team PSAP. Dan angin segar saat itu ada di PSSB. Ntah memang udah nasib Coach Anwar, dimana beliau melatih, ada aja persoalan2 yang timbul, diantaranya Pendanaan. Hingga musim selanjutnya Coach Anwar kembali melatih PERSIRAJA Banda Aceh, disana ikut juga pemain “kesayangan” Anwar, Suryadi, Hendra dan beberapa Pemain lainyya, “ek Manoek, ek canok” sama dengan chit.
Kondisi financial lagi2 mengikuti perjalanan Coach Anwar dalam melatih. Sedangkan PSAP sendiri gonta ganti pelatih sering terjadi, dengan nama yang memang sangat kita ingat, A. Hadi Kustiono, hingga Pelatih sekaliber Bambang Nurdiansyah di hadirkan ke Kuta Asan untuk mengembalikan kejayaan PSAP,  tetap saja belum mampu mengangkat PSAP untuk bersaing dikancah sepakbola divisi utama. Memang Klo Jodoh gak kemana. Begitu ungkapan kata2 yang sering kita dengar, musim 2010/2011 Bambang Nurdiansyah salama pra musim masih melatih PSAP, hingga sampai kompetisi mau dimulai, Kembalilah sang Allenatore Pria berwajah serius, namun cukup lihai dalam melatih, Anwar bersama Arman kembali melatih PSAP, yang pastinya ikut mengembalikan impian kita semua untuk melihat Prestasi yang pernah mereka berikan kepada PSAP saat 2007 lalu. “pasangan” AA tersbut ternyata mengabulkan sebagian keinginan masyarakat Pidie yang ingin melihat PSAP berprestasi, dan kenyataanya hingg Match Day ke 23 PSAP masih bercokol di peringkat 2 Klasement Liga Ti-Phone Group 1.
Laskar Aneuk Nanggroe dan pendukung setia PSAP lainya mesti bersyukur, dengan ikut mendukung dan member sport yang positif kepada Skuad PSAP.
Sesama penonton jangan saling usik.. jangan sampai ada perasaan “gob blo kulkas, tanyoe yang sijuek” apapun bendera yang kalian bawa ke Kuta Asan, asal tujuannya adalah mendukung PSAP. Kita wajib dukung..!! dan bukan malah bermusuhan, dengan mengeluarkan kata2 “PROVOKATOR” kepada Laskar Aneuk Nanggroe, hari ini dan seterusnya jangan kalian harap Laskar Aneuk Nanggroe akan mati..!!! jangan pernah, mimpi pun jangan, karena disetiap penonton yang hadir di kuta Asan, dalam darahnya ada semangat Laskar Aneuk Nanggroe, semangat untuk mendukung PSAP sampai kapan pun. Jika ada yang coba2 melakukan hal2 bodoh dengan “menghancurkan” ruang gerak Laskar Aneuk Nanggroe, berarti kalianlah Provokator tersbut. Karena Misi kami adalah mengawal dalam garis terdepan untuk kemajuan PSAP SIGLI.

oleh: Admin TheLAN

Saatnya PSAP dipimpin oleh sosok Profesional.

Kamis, 21 April 2011

Sosok Pemimpin Profesional yang dibutuhkan PSAP


Kursi kepemimpinan PSAP akan Lowong ketika masa kepengurusan sekarang akan
berakhir saat kompetisi divisi utama ini selesai dan sudah
sepantasnya diisi oleh anak muda yang cerdas dan berpengalaman.
 Sebab, sepakbola identik dengan kawula muda. Dalam bisnis sepakbola
dituntut adanya spirit bisnis yang profesional.

Sosok yang saya maksud adalah Seorang yang mau dan mampu memimpin PSAP ini
dengan jiwa mau berkorban demi kemajuan PSAP, bukan hanya mengelola
sesuatu yang sudah ada,tapi bagaimana cara mampu mencari keluar
sponsor atau Dana untuk bisa menghidupkan sepak terjang PSAP Musim depan.
hal ini dikrenakan, musim depan Klub-klub yang mengatas namakan Profesional
tidak dibenarkan menggunakan dana APBD dalam bentuk Hibah atau bantuan lainyya
 ada sosok Pengusaha Pidie yang mau dan mampu dari segi Financial untuk
mengelola PSAP tanpa asupan "nutrisi" APBD.
Namun saat dikonfirmasi oleh Pengurus TheLAN tentang
keinginan Beliau untuk menduduki orang
nomor satu di PSAP, beliau hanya tersenyum.
"InsyaAllah, jika dipercaya. Saya Siap..!!"
begitu ucapan beliau.
bagaimana, dengan sistem keuangan PSAP nanti?
"Saya alhamdulillah punya beberapa Partner bisnis,
orang kita pIdie juga sekrang berada di Medan,Jakarta dan Bandung,
yang siap membantu saya untuk mencarikan sponsor Resmi kepada PSAP"
"asal ada keterbukaan, insyaAllah PSAP bisa jalan tanpa APBD"
Tenntunya dengan Dukungan Pendukung juga..kita lihat nanti, saat kompetisi
memasuki masa rehat."

Sekrang Sepakbola seharusnya spirit bisnis yang profesional dan sejalan dengan semangat
industri sepakbola.

"Saat ini kompetisi tidak lagi mungkin bergantung pada dana APBD yang
 diambil dari uang rakyat, cobalah lihat klub-klub profesional di
negara-negara maju, semuanya bisa terjadi jika ada nilai-nilai profesional
di dalamnya,

oke kita tunggu saja tanggal mainnya, saat dirinya maju mencalonkan karena
disemangati oleh para sahabatnya untuk memajukan persepakbolaan kabupaten
Pidie di Tingkat Nasional.

Home | Liga | Indonesia | FIFA Tetap Minta PSSI Jalankan Mandat Pertemuan Agum Gumelar dengan Sepp Blatter FIFA Tetap Minta PSSI Jalankan Mandat

Rabu, 20 April 2011

FIFA meminta PSSI tetap menjalankan mandat yang diberikan otoritas tertinggi sepak bola dunia itu, pada 4 April mendatang. Hasil pertemuan Agum Gumelar (Ketua Komite Normalisasi) dan Sepp Blatter (Presiden FIFA) bakal diumumkan dua hari ke depan. Hormati keputusan FIFA.
" FIFA tetap berpegang pada instruksi mereka tanggal 4 April lalu dan meminta PSSI menjalankan instruksi yang diberikan," ujar Agum saat dihubungi para wartawan, kemarin.

"Pertemuan yang rencananya dijadwalkan hanya 30 menit, mundur hingga 2 jam. Pada pertemuan itu, kami melaporkan semua yang dilakukan mulai dari rencana pelaksanaan kongres nanti hingga persoalan Liga Primer Indonesia (LPI),” tambah Agum.

Sementara itu, hasil kongres dengan membentuk Komite Pemilihan dan Komite Banding, pada 14 April lalu, baru akan dibahas pada sidang internal FIFA yang berlangsung hari ini, Rabu (20/4).

"Hasilnya, baru akan diumumkan setelah rapat tersebut. FIFA juga akan mengirimkan surat keputusan hasil pertemuan dengan KN pada Jumat (21/4),” terang Agum.

Artinya, keputusan itu kembali menegaskan tugas KN sebagai Komite Pemilihan sebagai penyelenggara kongres dan empat bakal calon Ketua Umum: George Toisutta, Arifin Panigoro, Nirwan D Bakrie, serta Nurdin Halid dipastikan tidak boleh maju lagi dalam pemilihan selanjutnya.

" Apa pun keputusannya , saya mohon semua pihak menghormati dan bisa berjiwa besar menerima jawaban final nanti. Semua demi kemajuan sepak bola nasional," pungkas Agum.

By: admin.
Sumber: bolanews.com

Mengenai Saya

Foto saya
Sigli, Aceh, Indonesia
 

© Copyright THE LAN 2007 2010 -2011 | Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.