News Update :
Faisal Abdullah Al Makki. Diberdayakan oleh Blogger.

TheLAN Actions

FIFA KLASEMEN

Diiringi Jamuan Kecil, FIFA Tegas Tolak Nurdin Halid

Selasa, 08 Maret 2011

Sepp Blatter & Dubes RI untuk Swiss Djoko Susilo

Zurich - Dengan diiringi jamuan makanan, cemilan, wine dan orange juice, Dubes RI untuk Swiss, Djoko Susilo, berbincang-bincang dengan Presiden FIFA Sepp Blatter. Topiknya perbincangannya cuma satu: Nurdin Halid.

Dari penggambaran dan pemaparan suasana di atas, terlihat bahwa atmosfer dalam perbincangan tersebut cukup santai, dan memang demikian seperti yang diungkapkan oleh Djoko. Pertemuan itu sendiri sempat tertunda beberapa saat lantaran Blatter memiliki tamu lain.

"Jadi, saya tadi rencana semula diterima 10.30 (waktu setempat, red). Tapi karena Sepp Blatter ada tamu lain, jadi agak molor. Jadi baru bisa ketemu jam 11.45," ungkap Djoko kepada detikSport. Pada pertemuan tersebut Blatter didampingi Alexander Koch (Manajer PR FIFA) dan Thierry Regenass (Direktur Keanggotaan dan Pengembangan Asosiasi FIFA).

"Suasana akrab, ramah, kita bertemu sekitar satu jam, kita disuguhi cemilan. Pak Blatter santai, akrab dengan kita. Dia bahkan sangat kagum dengan potensi sepakbola di Indonesia," lanjutnya.

Tapi apa yang menjadi topik pembicaraan bisa dibilang bukan sesuatu yang santai atau bisa dianggap mudah-mudah saja. Bagi mereka yang memperhatikan atau ikut dalam pergolakan sepakbola nasional, hasil dari perbincangan ini adalah sesuatu yang ditunggu-tunggu.

Masalah yang dibahas adalah soal pencalonan kembali Nurdin sebagai Ketua Umum PSSI. Seperti sudah diketahui, Indonesia memang tengah menunggu sikap tegas FIFA terkait pencalonan tersebut.

Seperti diketahui, FIFA telah menyebutkan bahwa siapa pun yang pernah tersandung kasus hukum, tidak boleh menjadi Anggota Komite Eksekutif, yang di dalamnya termasuk Ketua Umum federasi sepakbola sebuah negara.

"Anggota Komite Eksekutif tidak boleh lebih tua dari ... (usia diisi oleh Asosiasi bersangkutan) dan tidak boleh lebih muda dari ... (usia diisi oleh Asosiasi bersangkutan). Mereka harus sudah aktif dalam dunia sepakbola, tidak boleh dinyatakan bersalah atas sebuah tindak kriminal sebelumnya serta berdomisili di wilayah negara X," sebut Statuta FIFA pasal 32 ayat 4.

Tapi, dari sikap PSSI, yang tercermin adalah mereka keukeuh bahwa Nurdin masih layak untuk menjadi Ketua Umum. Usaha ini kemudian gagal setelah Komite Banding membatalkan pencalonan Nurdin bersama tiga calon lainnya, Nirwan Bakrie, George Toisutta dan Arifin Panigoro.

Pada akhirnya, Djoko kemudian membeberkan sikap FIFA terhadap kasus ini. Nurdin tidak boleh mencalonkan diri lagi.

"Nurdin Halid tidak boleh mencalonkan diri lagi. Kami harus menjunjung tinggi kode etik Statuta FIFA. Seseorang yang pernah tersangkut pidaana tidak boleh mencalonkan diri menjadi Ketua Asosiasi sepakbola," tegas Djoko.

Menyusul statemen tersebut, pertemuan selama satu jam itu pun selesai. Blatter mengajak Djoko untuk melakukan tos wine, namun sang Dubes memilih minuman yang lebih ringan.

"Kita sempat tos. Dia wine, saya orange juice. Untuk menandai kegembiraan atas selesainya persoalan Nurdin Halid," ucap Djoko.

Siapa Figur Baru Calon Ketum PSSI?

 
Jakarta LAN Chanel - Keempat nama yang sebelumnya maju ke pencalonan ketua umum PSSI tidak diperbolehkan melanjutkan perjuangannya. Publik sepakbola Indonesia kini mencari calon ketua umum baru, yang bersih dari korupsi dan intrik politik.

Nurdin Halid dipastikan tak akan lagi bisa mempertahankan kursi ketua umum PSSI. Malam tadi Presiden FIFA Sepp Blatter melarangnya maju ke pencalonan ketua umum periode 2011-2015.

Bukan Nurdin saja yang jalannya menuju kursi ketua umum PSSI ditutup. Arifin Panigoro, George Toisutta dan Nirwan D Bakrire, yang sebelumnya menjadi pesaing Nurdin, juga tak diperkenankan maju.

Lalu siapa nama bakal calon ketua umum baru yang akan memimpin PSSI?

"Para pecinta sepakbola Indonesia, pendamba prestasi, tak ada figur spesifik yang diinginkan (untuk jadi ketua umum). Buat mereka yang penting 'asal bukan Nurdin'," ungkap pengamat politik dan sepakbola, Ari Junaedi dalam perbincangan dengan Admin thelan2007.

"Yang jelas harus ada sosok yang selama ini dianggap bersih. Sempat muncul nama Jusuf Kalla. Kalau dia bersedia gak masalah."

"Sepakbola sejak awal tak pernah lepas dari intrik politis. Dibawa ke ranah politik, ada dugaan suap, pengaturan skor, masih menyusu pada pemerintah dan tidak transparan. Dengan adanya praktek-praktek seperti itu figur yang diinginkan adalah yang amanah. Memegang amanah dari pemilik suara di PSSI. Punya kemampuan manajerial di organisasi," lanjut Ari dari ujung telepon.

Beberapa tahun lalu nama Sutiyoso sempat muncul dalam bursa calon pemilihan. Belakangan gantian Jusuf Kalla yang digadang-gadang bisa maju ke kursi ketua umum PSSI, meski hingga kini belum memberi jwaban pasti soal hal tersebut.

"Beberapa kriteria yang harus dimiliki calon ketua umum adalah kapabilitas, kepemimpinnan. Lalu punya jiwa manajerial dan kemudian bebas korupsi. Yang terakhir bisa pegang amanah. Itu yang kita butuhkan buat memimpin PSSI.

"Mimimpin PSSI itu berbeda dengan memimpin PBSI (Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia). Fans bulutangkis itu banyak, tapi pencinta sepakbola lebih banyak, dan lebih gila. Karena itulah dibutuhkan pemimpin yang 'gila'," lanjut Ari.

Lebih lanjut dia juga menyarankan kalau mantan pemain yang pernah membela timnas masuk dalam kepengurusan PSSI. Nama-nama seperti Bambang Nurdiansyah, Rully Nere dan Sucipto Suntoro ada baiknya dijadikan anggota Komite Eksekutif demi menciptakan PSSI yang lebih solid.

Ketua Umum PSSI, Nasib Nurdin Halid Tamat...!!!

 NH
Kejelasan bisa atau tidaknya Nurdin Halid maju kembali ke bursa pemilihan Ketua Umum PSSI periode 2011-2015 terjawab sudah. Dalam pertemuan dengan Dubes RI Swiss, Djoko Susilo, Presiden FIFA, Sepp Blatter, menegaskan bahwa Nurdin tidak diperbolehkan menjadi salah satu calon Ketua Umum PSSI.
"Semuanya jelas sekarang, Blatter mengatakan kepada saya bahwa Nurdin Halid tidak diperbolehkan lagi memimpin PSSI lagi. FIFA berpegang teguh pada kode etik dan standar statuta yang tidak memperbolehkan seorang yang pernah terlibat kasus kriminal menjadi pengurus organisasi sepak bola di bawah FIFA. Jangankan menjadi Ketua Umum PSSI, Nurdin juga tidak diperbolehkan masuk ke jajaran komite eksekutif. Bisa dibilang masa depannya tamat di PSSI," kata Djoko yang dikontak BOLANews, Selasa (8/3).
Untuk memastikan hal tersebut nantinya FIFA akan mengirim utusannya pada saat pelaksanaan Kongres PSSI pada akhir  April.
"Utusan ini akan mengawal jalannya kongres untuk memastikan PSSI tidak melanggar aturan main," ucap Djoko.

FIFA Juga Tolak Pencalonan Toisutta dan Arifin

 "Kubu Jenggala"
JAKARTA, LAN Chanel — Selain Nurdin Halid, FIFA juga melarang Arifin Panigoro, Nirwan Bakrie, dan George Toisutta untuk dicalonkan pada Kongres PSSI yang mengagendakan pemilihan ketua dan wakil ketua serta anggota Komite Eksekutif (Exco) periode 2011-2015.
Hal itu merupakan hasil pertemuan Ketua Umum KONI Rita Subowo dengan Presiden FIFA Joseph "Sepp" Blatter di Zurich, Swiss, Selasa (8/3/2011). Rita menjelaskan, Blatter melarang Nurdin maju karena statusnya yang merupakan mantan narapidana yang dinilai melanggar Statuta FIFA. Tidak hanya itu, Blatter juga menolak ketiga calon yang digugurkan oleh Komite Banding untuk dicalonkan pada kongres pemilihan pengurus baru PSSI.
"Kalau Pak Nurdin karena statuta dan yang tiga (calon lain) karena hasil Komite Banding. Kalau melanggar, PSSI dapat serious suspension," kata Rita, lewat pesan singkat kepada LAN Chanel , Rabu (9/3/2011) dini hari WIB.
Bulan lalu, Komite Pemilihan mengumumkan hasil verifikasi mereka atas calon ketua umum PSSI periode 2011-2015. Dalam proses verifikasi itu, Komite Pemilihan meloloskan Nurdin dan Nirwan sebagai calon ketua umum baru serta menggugurkan Arifin dan Toisutta.
Tidak terima dengan hasil itu, Arifin dan Toisutta mengajukan banding. Namun, Komite Banding tidak mengabulkan banding kedua bakal calon pimpinan PSSI tersebut. Pada waktu bersamaan, Komite Banding juga menolak hasil verifikasi terhadap Nurdin dan Nirwan sehingga keduanya pun gugur dari pencalonan.
Karena tidak ada calon yang bisa dipilih, PSSI menunda penyelenggaraan kongres yang seyogianya diselenggarakan di Bali pada 26 Maret. FIFA kemudian meminta PSSI untuk membentuk Komite Pemilihan pada 26 Maret. Atas perintah FIFA pula, Kongres Pemilihan harus sudah digelar sebelum 30 April.

FIFA Minta LPI Dirangkul, Bukan Dihentikan

Sepp Blatter
JAKARTA, LAN - Chanel — Presiden FIFA Joseph "Sepp" Blatter ternyata meminta PSSI untuk merangkul Liga Primer Indonesia (LPI), bukan menghentikan liga yang digagas Arifin Panigoro tersebut. FIFA akan menjatuhkan sanksi jika PSSI tidak mematuhinya.
Sebelumnya, anggota Komite Etik FIFA, Suryadharma "Dali" Tahir, yang melakukan pertemuan dengan Sekjen FIFA Jerome Valcke, di Zurich, Swiss, Senin (7/3/2011), mengatakan, PSSI harus menghentikan LPI yang dinilai ilegal. Proses penghentian LPI, kata Dali, berada di tangan pemerintah karena pemerintahlah yang memberikan izin pertandingan.
"Jika tidak dihentikan, konsekuensinya kita akan mendapatkan suspensi dari FIFA," kata Dali, saat dihubungi wartawan, Selasa (8/3/2011) malam.
Ketika LAN Chanel mengonfirmasi hal ini kepada Duta Besar RI di Swiss, Joko Susilo, yang baru saja bertemu dengan Blatter di markas FIFA, Selasa (8/3/2011) waktu setempat, FIFA ternyata meminta PSSI untuk merangkul LPI.
"Tentang LPI, jika tidak bisa membereskan dengan merangkul LPI, PSSI akan kena sanksi," kata Joko.
FIFA, ujar Joko, memberikan kesempatan kepada PSSI untuk menyelesaikan masalah terkait dengan LPI sebelum Kongres Pemilihan Ketua Umum PSSI periode 2011-2015. "Ya, sebelum kongres, makanya semua pihak harus duduk bersama," tutur Joko.
Seperti yang diketahui, hasil dari pertemuan itu, Blatter juga melarang Nurdin Halid maju pada Kongres PSSI yang mengagendakan pemilihan ketua dan wakil ketua serta anggota Komite Eksekutif (Exco) periode 2011-2015 karena statusnya mantan narapidana yang dinilai bertentangan dengan Statuta FIFA.

Suporter Indonesia Gembok Kantor PSSI

Rabu, 23 Februari 2011

Pintu Utama Kantor PSSI diGembok
LAN REGIONAL JAKARTA - Kecewa karena tidak mendapatkan tanggapan dari pengurus PSSI, suporter Indonesia memutuskan menyegel Kantor PSSI, Rabu (23/2/2011).
Para suporter yang mendatangi Kantor PSSI itu awalnya menggelar unjuk rasa menuntut mundurnya Nurdin Halid dari jabatan Ketua Umum PSSI. Namun, karena tak kunjung mendapat perhatian dari pengurus PSSI, mereka menyegel kantor di kompleks Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta Pusat, tersebut.
Proses penyegelan ini dipimpin oleh Ketua Harian Boromania Prianto Jasmi dan Koordinator Singamania dari Jabotabek, Novita. Pintu kantor PSSI itu disegel menggunakan rantai dan gembok besar berwarna kuning.
Kedua perwakilan suporter itu kemudian menaruh sebuah spanduk berukuran kecil yang ditulisi "Gedung Rezim Mafia Bola-JUDI-Koruppssi Disegel oleh Masyarakat Sepakbola Indonesia".
"Suporter sepak bola Indonesia yang menguasai PSSI sekarang," kata Novita.
"Tiga hari kami di sini, tetapi tidak ada pengurus PSSI yang datang. Jadi, kami segel. Daripada gedung ini kosong, kami yang menguasai," tutur Prianto.
Aksi tersebut dijaga sedikitnya 700 personel keamanan dari Kepolisian Daerah Metro Jaya. Kepala Kepolisian Sektor Menteng Ajun Komisaris Besar DJ Purnomo mengatakan, selain menjaga Kantor PSSI, aparat kepolisian juga disebar di sekitar wilayah Gelora Bung Karno. Purnomo memandang aksi unjuk rasa yang digelar suporter merupakan sesuatu yang wajar. "Itu hak mereka untuk menyampaikan pendapat. Kegiatan ini diharapkan bisa aman," tutur Purnomo.
Lebih lanjut Purnomo mengatakan belum berpikir untuk menambah pasukan. "Sejauh ini masih aman sehingga belum ada penambahan personel. Itu tergantung pada pergerakan massa," ucapnya.
Berdasarkan pantauan LAN REGIONAL JAKARTA para suporter terus meneriakkan revolusi PSSI dan Nurdin Halid turun dari jabatannya sebagai Ketua Umum PSSI. Sejauh ini belum ada perwakilan PSSI datang menemui para suporter.

Suporter Indonesia Kepung Kantor Menpora

SUPORTER INDONESIA
LAN Regional Jakarta -Ratusan pendukung sepak bola Indonesia kembali menggelar unjuk rasa, Kamis (24/2/2011). Kali ini, pengunjuk rasa menggelar aksinya di kantor Kementerian Olahraga dan Pemuda di kawasan, Senayan, Jakarta Pusat.  Sebagian besar massa menggunakan seragam merah. Di antara mereka ada pula yang membawa atribut-atribut klub idolanya seperti Bonek (suporter Persebaya Surabaya), Singamania (penggemar Sriwijaya FC), dan Persik Mania (pendukung Persik Kediri).  Dalam aksinya, mereka meminta Menpora, Andi Mallarangeng, untuk mendesak Nurdin Halid mundur dari jabatan sebagai Ketua Umum PSSI. "Revolusi PSSI. Nurdin Turun!" teriak mereka lantang.  Sebelum mendatangi kantor Menpora, mereka sempat bentrok dengan suporter yang mengenakan atribut The Jakmania, suporter Persija Jakarta. Sekretaris Umum The Jakmania, Richard Akhmad, membantah telah menerjunkan anggotanya pada aksi kali ini. "Bukan. Itu bukan anggota kami. Gua enggak tahu siapa yang main," tegas Richard.

Rekrutan PSAP putaran ke 2. DU Ti-Phone

Mathias Udi, Salah Satu Mantan Pemain PSAP Musim 2009/2010 Kembali direkrut, selain Maskur dan Irvan

Rekrutan Coach atau Manajemen?

Kamis, 17 Februari 2011

SIGLI - Menghadapi putaran kedua kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia 2010/2011, PSAP Sigli kembali memasok peluru (pemain-red) untuk memperkuat barisan bawah dan depan skuad Pasukan Biru.  Tiga pemain baru yang  sudah mulai bergabung dengan Ikhwani Hasanuddin cs adalah Sila Bamba (Mali/belakang), Maskur (penjaga gawang) dan Irfan Yasin. Selain itu, manajemen PSAP juga sedang mengisyaratkan memasok satu pemain asing lagi untuk menambal lini depan.  Selama putaran pertama, tim kebanggaan masyarakat Pidie tersebut hanya diperkuat dua legiun asing yaitu Mousa B Troure (Mali) yang juga kapten tim serta striker asal Nigeria, Osas Saha. Selebihnya, tim besutan pelatih Anwar diperkuat sejumlah pemain lokal.   “Untuk putaran kedua nanti, kita sudah rekrut tiga pemain baru. Ketiganya juga sudah mulai menjalani sesi latihan di Stadion Kuta Asan. Selain itu, kita juga sedang melirik satu pemain asing lagi untuk posisi striker,” kata Asisten Manajer PSAP Muhammad MA baru-baru ini.  Sebelumnya, sebut Muhammad, manajemen PSAP telah mencoret enam pemain yang enggan disebut namanya. Alasan pencoretan itu dikarenakan manajemen menilai mereka kurang memberi konstribusi selama putaran pertama.   Secara pribadi, Muhammad menilai materi pemain yang ada di tim sekarang lebih baik yang diharapkan mampu membawa Pasukan Biru promosi ke Liga Super Indonesia musim depan. Kendati begitu, ribuan publik Kuta Asan menilai dua pemain lokal baru yang sudah bergabung masih kurang menyakinkan.  Abdurrahman, salah seorang pendukung PSAP mengungkapkan, dirinya tidak kecewa terhadap enam pemain yang telah dicoret namun kurang setuju dua pemain baru asal Pidie yang direkrut karena dinilai secara kualitas masih jauh dari pemain sebelumnya.   Dengan begitu, dia mensinyalir manajemen dan pengurus PSAP tidak berniat membawa tim ke Liga Super Indonesia. Terbukti pemain baru yang ditambah mutunya sangat buruk. “Kami mengharapkan pada putaran kedua nanti, manajemen dan pengurus dapat merekrut pemain yang lebih baik, bukan seperti yang sudah direkrut sebelumnya,” kritiknya.  Terkait dengan perekrutan pemain baru tersebut, mulai beredar kabar bahwa pemain baru yang sudah direkrut itu diluar dari rekomendasi tim pelatih. Saat ini, pelatih PSAP Anwar sedang berada di Jakarta untuk mengambil lisensi A.  Sementara itu, Ketua Umum PSAP yang juga Manajer Tim Muhammad Yasin Amin mengatakan tiga pemain baru yang sudah direkrut sudah sesuai rekomendasi tim pelatih. “Jadi tidak benar adanya isu tersebut,” tegasnya.

Indonesia Urutan 3 Suporter Paling Fanatik Di Dunia

Selasa, 15 Februari 2011

BANYAK yang bilang kalau supporter adalah pemain ke-12 dalam suatu tim Sepak bola. Hal ini memang bukan tanpa alasan, karena supporter adalah elemen yang selalu memberikan suntikan semangat dan motivasi bagi para pemain yang sedang berlaga. Oleh karena itu, maka tak heran jika kemenangan suatu tim biasanya lebih banyak diraih di kandang sendiri.
Para supporter sepak bola itu sangat total dalam mendukung tim kesayangan mereka, bahkan tak jarang ada yang sampai mau berkorban nyawa hanya untuk mendukung tim kesayanganya. Hampir semua supporter di seluruh dunia ini pasti mempunyai rasa loyal dan fanatik, tapi tahukah kamu supporter dari negara manakah yang mendapat predikat sebagai supporter sepak bola paling fanatik?

Berikut adalah daftar 10 supporter sepak bola paling fanatik di dunia versi Firma sport marketing Inggris Initiative Futures Sports+Entertainment:

1. BRAZIL


Sebelumnya Brazil menempati urutan ke-4, namun pada tahun ini Brazil merangkak naik dan menempati jawara sebagai negara dengan penonton terbanyak di dunia.

Negara yang dikenal sebagai pemasok pemain sepakbola terbesar di dunia ini adalah salah satu negara yang mempunyai supporter sepakbola yang fanatik. Sudah tak terhitung berapa nyawa yang melayang karena tawuran antar supporter di liga Brazil.

Supporter Brazil dikenal sangat loyal pada tim. rata-rata kepadatan Stadion bahkan bisa mencapai 93%. Basis supporter fanatiknya adalah Sao Paolo FC.

2. JERMAN


Sebelumnya Jerman hanya menduduki posisi ke-10, namun pada tahun ini, Jerman mampu menempati posisi ke-2 setelah Brazil.

Salah satu negara dengan sepak bola yang maju ini mempunyai banyak supporter yang sangat fanatik. Banyak supporter yang rela untuk berpetualang berkeliling negara Jerman hanya untuk mengikuti tour musiman tim idola mereka.

Tingkat loyalitas mereka sangat tinggi, bahkan presentase rata-rata kepadatan stadion bisa mencapai 85%. Basis supporter fanatik Jerman adalah Bayern Munich dan Hertha Berlin.

3. INDONESIA

Pada posisi sebelumnya Indonesia berada di posisi ke-3, dan pada tahun ini, Indonesia tetap berada pada posisi tersebut.

Indonesia adalah salah satu negara yang paling banyak menelan korban tawuran antar supporter di liga sepakbola. Rasa fanatisme yang berlebihan ini kadang justru berdampak negatif.

Bahkan franz Beckenbauer pun sampai kaget setelah melihat video tawuran supporter Indonesia. Ia mengatakan bahwa Indonesia adalah salah satu negara yang mempunyai supporter terloyal.

Hal itu dibuktikan dengan tingginya angka rata-rata kepadatan stadion di Indonesia yang bisa mencapai 96%. Basis supporter fanatik Indonesia adalah Persebaya, Persib, PSIS, Persipura, dan PSIM.

4. CINA

Siapa yang tidak kenal dengan cina, negara dengan penduduk terbanyak di Asia. Sepakbola China cukup diperhitungkan di Asia, terlebih dengan suporternya yang fanatik.

5. INGGRIS

Posisi sebelumnya Inggris berada pada posisi jawara, namun belakangan supporter Inggris mengalami stagnan, sehingga posisinya turun ke posisi 5, bukan karena fanatisme sepakbola di Inggris menurun, tapi karena ada negara-negara lain yang memiliki peningkatana fanatisme yang cukup signifikan.

Tak dapat dipungkiri lagi, Inggris lah negara dengan suporter paling fanatik di dunia. Para Supporter tak henti-hentinya menyanyikan lagu kebangsaan tim mereka sepanjang 90 menit untuk mendukung tim mereka. Bahkan di tingkat negara, Hooligan Inggris juga dikenal sebagai supporter paling fanatik.

Rata-rata kepadatan stadion bisa mencapai 99%. Dan basis supporter fanatik di Inggris adalah Liverpool dan Manchester United.

6. PRANCIS

Prancis menjadi juara dunia ketika menjadi tuan rumah piala dunia tahun 1998. Tak heran apabila Prancis memiliki banyak supporter di negaranya.

7. ARGENTINA


Loyalitas supporter Argentina dalam mendkung tim idola mereka memang tak perlu diragukan lagi. Para supporter sudah menganggap kemenangan tim sebagai harga mati.
Maka tak heran jika mereka selalu total dalam mendukung tim mereka untuk memperoleh kemenangan. Sama seperti Indonesia, di Argentina juga banyak terjadi perkelahian antar supporter yang menyebabkan korban jiwa.

Tingkat rata-rata kepadatan stadion bisa mencapai 97%. Basis suporter fanatiknya adalah River Plate dan Boca Junior.

8. AMERIKA SERIKAT


Pada tahun 1991, Amerika serikat berada pada posisi 23, dan pada tahun 1996 naik ke posisi 8. Bahkan pada tahun ini Amerika Serikat diprediksi akan mencapai posisi ke-5 melompati Inggris dan Prancis.

Lambat laun Piala Dunia bisa membuat orang-orang Amerika Serikat demam sepakbola, soalnya jika biasanya layar-layar lebar berisi pertandingan bisbol, kini yang diputar adalah sepakbola.

Demikian pula di kota-kota lainnya. Orang-orang Amerika mengatakan negaranya serasa berada di dunia lain selama Piala Dunia.

9. ITALIA

Di Italia, fanatisme supporter memang sangat tinggi. Supporter Italia dikenal sebagai supporter yang keras, bahkan hampir tiap klub mempunyai supporter garis keras (ULTRAS), yang biasanya selalu total dalam mendukung tim.

Rata-rata kepadatan stadion pun mencapai 93%. Basis supporter fanatiknya adalah Roma, Juventus, serta Milan dan Inter Milan.

10. MEKSIKO


Salah satu kekuatan sepakbola benua Amerika ini memang dikenal mempunyai banyak supporter fanatik. Dan salah satu yang unik dari mereka adalah, mereka selalu menampakkan identitas ke-Mexico-annya dalam mendukung tim kesayangan mereka.

Rata-rata kepadatan stadion mencapai 90%. Basis suporter fanatiknya adalah Chivas Guadalajara.
(Firma sport Inggris)

Mengenai Saya

Foto saya
Sigli, Aceh, Indonesia
 

© Copyright THE LAN 2007 2010 -2011 | Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.