News Update :
Faisal Abdullah Al Makki. Diberdayakan oleh Blogger.

TheLAN Actions

FIFA KLASEMEN

OPINI = ANTARA GENGSI DAN PRESTASI

Rabu, 08 Februari 2012

ixalmakki
Melihat komposisi team PSAP musim ini yang akan tampil di ISL, pada awalnya saya yakin tidak akan terlalu rumit untuk seorang Arman dalam meracik team PSAP SIGLI, hal ini di perjelas dengan nyaris 80% Skuad psap musim lalu berhasil dipertahankan oleh Manajement PSAP. Dan kita patus syukuri, ternyata mayoritas skuad musim lalu ini masih ingin bernostalgia dengan public Kuta Asan dan pastinya dengan keinginan prestasi yang lebih baik dari musim lalu atau paling buruk menyamai prestasi musil lalu. Mungkin paling jelek bisa lah masuk 10 besar untuk musim ini. Dengan pendanaan yang miris, manajement dihadapkan dengan kondisi yang tidak bisa lagi menyusui uang rakyat secara real kondisi. Manajement “dipaksa” untuk terus “menjual” nama besar PSAP SIGLI untuk Sponsorship di Aceh dan kota-kota besar di Indonesia yang pastinya ada putra Pidie yang jadi OKB (orang kaya baru) atau politisi yang mau menyumbang kan sedikit uangnya untuk membantu mendanai perjalanan psap musim ini di ISL. 
 
Namun semua itu dengan catatan Manajement kembali terbuka pelaporan keuangannya minimal kepada para donatur dan akan lebih baik jika adanya Audit Independent yang bisa mengaudit pelaporan keuangan PSAP ditiap musim, dan hal ini perlu dilakukan, demi kepercayaan para donator kepada manajement PSAP SIGLI.
 
Kembali kepermasalah skuad PSAP sigli, dengan akan tampilnya PSAP SIGLI dikancah ISL sebuah kompetisi kasta tertinggi sepakbola di Tanah Air berdasarkan KONGRES di BALI 2011. Manajement PSAP jangan menutup mata melihat kondisi team sekarang. Ingat kita tidak di Divisi Utama, kita sekarang di Kompetisi Profesional di Tanah air, terlihat Sombong?? Iya bagi masyarakat yang belum tau sejarah perjalanan PSAP SIGLI dalam kurun waktu 5 tahun terakhir, namun Tidak dan sudah pantas, jika masyarakat yang tau perjalanan PSAP dalam kurun waktu tersebut,


Kembali kita di Musim 2007, dimana PSAP SIGLI saat itu berkompetisi di Divisi Satu (saat itu kasta ke dua), El Capiten Tarmizi Rasyid, George Massatu, Dahlan Jalil, Wanderson, Wagner, Alfredo, Sukman Suib, Helmi Daud, Hendra Saputra Cs… bahu membahu bersama sang Arsitek Anwar dan Asisten Arman meluluhlantakkan sejumlah prediksi dikalangan pesepakbola di Aceh khususnya, Indonesia pada umumnya dengan berhasil menguasai singgasana klasement Divisi Satu Wilayah barat, yang di  Match Day Akhir Musim kompetisi melawan PSLS LHokseumawe berhasil menhantam PSLS 2-1 dalam partai usiran di Kota Langsa setelah sebelumnya bermain Imbang ketika bermain di Tunas Bangsa Stadium dan sempat ricuh hingga Pagar pembatas Stadion dan lapangan Roboh di Hantam oleh PAsukan Laskar Aneuk Nanggroe yang disebabkan oleh sang pengadil yang seharusnya Adil tidak bisa menjalankan Amanah My Game is Fair Play, sehingga wasit asal Idi tersebut menjadi Bulan-bulanan Pendukung PSAP SIGLI, hingga PP menunda dan memindahkan Pertandingan usiran ke Kota Langsa.. satu pertanyaan yang harus anda semua jawab adalah selain Para Pemain yang harus di Banggakan, siapa lagi yang pantas kita beri kredit tersendiri kalau Bukan Duet “AA” Anwar dan Arman yang berhasil mengorbitkan segelintir pemain entah berantah menjadi pemain yang menjadi incaran klub-klub besar di Tanah air. Yang patut di Garis bawahi adalah tahun 2007 merupakan tahun kebangkitan Pesepakbolaan di Kabupaten Pidie setelah sekian puluhan tahun lamanya nyaris tak terdengar eksistensinya. Namun seperti kebiasaan sepakbola di tanah air pada umumnya, baik pelatih maupun pemain akan berganti kostum di tiap musim dan hal ini turut di rasakan oleh PSAP Sigli, pergantian pelatih dan hengkangnya beberapa pemain inti, membuat PSAP seperti Kapal Pesiar yang tengah menikmati pelayaran yang indah tiba-tiba ditinggal sang Nahkoda ditengah terpaan angin dan badai. Sang Arsitek memutuskan pergi dan membesut team PSSB Bireuen hingga pemain semacam Suryadi, Tarmizi, Suheri hendra, memutuskan ikut sang arsitek, Hanya Arman sang asisten yang memutuskan membesut skuad Pasukan Saree PSAB Aceh Besar. Dengan Kompetisi yang menuju arah professional (sebagaimana arah putusan Kongres AFC) Liga Indonesia Wajib membuat kompetisi Profesional yang wajib di ikuti oleh 18 team saja. Saat itu PSAP kembali sial. Lolos ke Kasta Divisi Utama namun bukan menjadi kasta tertinggi lagi karena PT. Liga Indonesia telah menetapkan Kompetisi ISL menjadi kasta tertinggi. Jadilah PSAP kembali berkutat di Kompetisi di Kasta kedua di Tanah Air bernama Liga Indonesia DU alias Divisi Utama. Sedih………….? Jelas terbentang di hati para maniak bola di Kabupaten Pidie dan Masyarakat Pidie pada umumnya. Namun itulah sepakbola Indonesia yang penuh intrik dan politik.

Setelah, PSSB, PERSIRAJA, Anwar ditahun 2010 bersama Arman kembali Reuni untuk menjadi duet pelatih yang saat itu dianggap akan Gagal mengulangi kisah mereka ditahun 2007. Namun kenyataannya????
 Andi Darussalam Tabussala, Djoko Dryono sampai Nurdin Halid bertanya kepada salah satu pengurus PSLS,
Djoko “dimana letak kabupaten Pidie?”
ADT” Luar Biasa Teamnya, siapa Arsiteknya sekarang, pasca Sofyan Hadi?”
NH” Animo pentonton di Pidie Luar biasa ya?? Selamat…”

3 Pentolan PSSI tersebut terbelanga melihat sepakterjang PSAP, banyak oknum di PSSI yang coba menciderai hingga perjalanan PSAP di Curangi ketika bermain di Kutai Kartanegara.  Sekarang Indonesia tau PSAP SIGLI adalah Bagian dari Sejarah Sepakbola Indonesia juga.

Dengan Dualisme Kompetisi sekarang dan PSAP memutuskan bermain di ISL bersama, 4 Team terbaik di 8 besar musim lalu. Gresik United, Persiram Raja Ampat dan PSMS Medan Versi Kolonel Idris.
Bukan mencari Keuntungan bermain di kompetisi kasta tertinggi, Namun PSAP memang Layak Berada di Sana sejak 4 tahun lalu, andai saja kompetisi tidak diubah semena-mena oleh PSSI.
Dengan perjalana kompetisi yang sudah memasuki Macth Day ke 10 PSAP masih berkutat di posisi bawah, dengan kondisi Nil Kemenangan dengan rincian hasil Pertandingan
PSAP 1-2 PERSISAM (SHB-STADION HARAPAN BANGSA- BANDA ACEH),
PSAP 2-3 MITRA KUKAR (SHB-STADION HARAPAN BANGSA- BANDA ACEH).
PERSIB BANDUNG 1-1 PSAP, (SIJALAK HARUPAT BANDUNG)
PELITA JAYA 5-2 PSAP (SINGAPERBANGSA)
PSAP 0-1 PERSIPURA (STADION KUTA ASAN – SIGLI)
PSAP 0-0 PERSIWA WAMENA (STADION KUTA ASAN – SIGLI)
PERSELA 2-0 PSAP (LAMONGAN)
AREMA INDONESIA 0-0 PSAP (KAJURUHAN – MALANG)
PSAP 1-1 PERSIBA (STADION KUTA ASAN – SIGLI)
PSAP 1-0 GRESIK UNITED (STADION KUTA ASAN – SIGLI)

Dengan hasil 1 kemenangan  5 kekalahan dan 4 Hasil Draw sangat jauh dari Harapan Pendukung Setia PSAP SIGLI, yang mengharapkan sebuah evalusi besar-besaran di Tubuh PSAP. Dengan kondisi ini mari kita kembali lihat akar permasalah yang menyelimuti awan kelabu bonden Pidie tersbut. Sang Arsitek Anwar yang pernah membesut PSAP SIGLI seharusnya kembali dipanggil untuk menukangi kesebelasan PSAP SIGLI dan Arman “dekebalikan” keposisi Asli sebelumnya sebagai Asisten yang belum memiliki Lisensi kepalatihan Level A. ada baiknya Manajement PSAP SIGLI membuang jauh Gengsi demi mengejar Prestasi. Rekrut Kembali Sang Arsitek Anwar yang telah memiliki Lisensi A (lisensi yang harus dimiliki Seorang Pelatih di ISL), karena untuk saat ini memang Duet “AA” yang pantas membesut sang Laskar Aneuk Nanggroe PSAP SIGLI dalam mengarungi kompetisi ISL yang sudah berjalan nyaris setengah musim kompetisi. Jangan hancurkan harapan public sepakbola Pidie hanya karena idealisme yang tak berujung..

EVALUASI..
Ini kata yang lazim sering diperdengarkan ke khalayak ramai, ketika sekelompok atau massa melihat ada yang kurang bahkan tidak baik terjadi kepada sesuatu yang mereka sukai bahkan yang mereka miliki terjadi ketidak beresan dalam hal pengeloloaan sesuatu hal.
Seisi stadion kuta asan, public menginstruksikan harus ada Evaluasi di Tubuh PSAP SIGLI, Ada yang menginginkan Evaluasi Pelatih, Pemain, manajement bahkan sangat nyaring terdengar Evaluasi PENGURUS PSAP..!!
Apa yang terjadi? Inilah yang menimbulkan pertanyaan dalam hati, kenapa PSAP harus berbenah?
Bagaimana tidak, Sembilan pertandingan yang sudah dilakoni oleh Team Asal Kabupaten Pidie dikancah Liga elit sepakbola di tanah air atau yang bisa disebut ISL (Indonesia Super League) belum sekalipun team yang dibesut oleh Coach Arman menuai kemenangan bagi Kesebelasan PSAP SIGLI, dengan 5 kekalahan dan 4 hasil draw yang dihasilkan PSAP membuat team yang dulu dibesut oleh ANWAR terjerembab kedasar klasement ISL musim ini. Timbul pertanyaan dalam hati, kenapa bisa?
Ayoo kita pelajari dengan seksama dimana sebenarnya akar permasalahan yang terjadi ditubuh PSAP sehingga membuat team yang dimanajeri Nazaruddin ini sangat jauh dari harapan public sepakbola Pidie.

PEMAIN
Berbicara masalah pemain, kami rasa tidak ada yang terlalu jauh kualitas pemain yang ada musim ini dengan musim lalu, karena pilar-pilar PSAP masih diperkuat 80% pemain lama. Mulai dari Penjaga Gawang Raji Quba atau Fahkrul Razi, dilini pertahanan PSAP masih diperkuat oleh M.Ali, Bustami, Arifin Gununie Plus Rekrutan Anyar yang tampil lumayan memuaskan, Stoper asal Negeri Ginseng Korea Selatan, Lee. Untuk dua Sayap kiri dan Kanan masih dihuni oleh Lajang asal Makasar SUkman Suib dan Ikhwani Hasanuddin plus dilapisi si anak Hilang Hendra Saputra. Untuk posisi poros Gelandang masih juga ditempati Feri Komul, Riza Fandi dan dibantu oleh rekrutan asing Mfudo Cecil. Untuk lini depan PSAP memang masih merasa kehilangan sosok Goal Getter pada diri Osas Saha, namun yang perlu diketahui bersama adalah, PSAP tidak pernah mentransfer pemain Bintang untuk memperkuat PSAP, yang terjadi selama ini adalah PSAP tempat lahirnya Bintang Sepakbola ditanah air walaupun saat datang ke Team PSAP Pemain tersebut berstatus “terbuang” dari team lain. Manajement PSAP memang berhasil merekrut Dua Striker Asing untuk menjadi juru Gedor gawang lawan pada diri You Wok Jin, dan Sekou Camara. Namun hasilnya??? “hanya” You yang tampil lumayan walaupun belum memuaskan. Sedangkan Sekou Camara? Saya heran kenapa PSAP berani mengontrak pemain  yang dari Segi Fisiknya tidak memadai untuk menjadi Goal Getter PSAP, padahal pengurus sudah tau, malam sebelum PSAP menghadapi Persisam samarinda di Banda Aceh, Sekou terlihat sering sakit dan tidak fit. kenapa pengurus dengan berani untuk mengontrak Sekou! Padahal jejak rekam mantan punggawa di Liga Hongkong ini tidak lebih bagus dari talenta-talenta asal Pidie. Sebenarnya jika pengurus lebih jeli dan fasih serta tau detil kontrak pemain, Pengurus bisa mewarning dalam draf kontrak pemain sebelum dikontrak. Semisal Pemain Asing yang tidak bisa menunjukkan peningkatan permainan/kepuasan  pada pelatih/manajement team, atau pemain tidak bisa tampil konsisten dalam beberapa pertandingan, Manajement bisa mengeavaluasi Draft Kontrak dengan si Agen Pemain tersebut, dengan berbagai macam opsi seperti penurunan harga kontrak, pemotongan Gaji, atau yang paling kejam Dipecat tanpa mendapatkan sepeserpun dari PSAP. Tapi jika hal diatas tadi tidak terjadi kesepakatan antara Agen si Pemain dengan Manajement Team, dalam hal ini Team lah yang akan dirugikan karena telah mengontrak pemain dengan harga mahal dan hasil nihil..!! jika pengurus tidak mau disalahkan dalam hal mengontrak pemain, Pengurus juga harus terbukan dengan Publik pecinta setia PSAP, seperti kasus Stembiso.. kenapa sampai melewati pertandingan ke enam kemarin pemain asing tersebut belum bisa merumput? Ada apa ini.. Publik harus tau permasalahannya jika memang Pengurus PSAP tidak ingin disalahkan. Apakah Stembiso Cidera? Atau KITAS, ITC belum rampung? Jika ITC/KITAS belum turun, ini merupakan tanggung Jawab Agen Si Pemain. Kok bisa agen tidak bisa merampungkan ITC/KITAS sipemain sebelum kompetisi dimulai? Pengurus jangan hanya diam seribu bahasa, berikan Pressure kepada si Agen, jika limit waktu yang diberikan tidak juga ditepati, Pengurus harus tegas terhadap si Agen, ingat…. Mereka “bekerja” untuk PSAP SIGLI dan Bukan PSAP SIGLI “bekerja” untuk si pemain.. karena siapapun pemain tersbut Kepentingan Team lebih besar dari pada si Pemain.
Kalau dari segi kualiatas Pemain tidak banyak berubah, kenapa PSAP menjadi bulan-bulanan team lawan? Ada apa ini? Siapa yang belum mampu?? Anda yang baca tau jawabannya..

PELATIH
Arman dikenal karena sepak terjangnya bersama Champion Sigli yang malang melintang di turnamen TARKAM di Aceh. Apakah layak dengan ilmu yang pas-pasan tanpa partner Sehati dalam melatih team yang berkompetisi di liga Indonesia bisa membawa PSAP Sigli untuk berbicara banyak? Keberhasilan Arman selama ini dalam melatih banyak terbantu dengan kehadiran Anwar dalam meracik sesuatu team. Tentu kita masih ingat, bagaimana hingar bingar sepakbola Pidie 2007 meledak. Ketika itu duet “AA” anwar dan arman berhasil membawa team asal kerupuk muling menjuarai Divisi Satu Liga Indonesia 2007 dan lolos ke Divisi Utama. Saat itu sepakbola Pidie kembali bergairah.. namun selang setahun kemudian, Pasca ditinggal Duet “AA” tersebut, PSAP SIGLI kembali hancur dalam keikut sertaan mereka dikancah sepakbola nasional. Walaupun PSAP SIGLI berhasil merekrut pelatih berlabel nasional seperti, Kustiono, Sofyan Hadi hingga Bambang Nurdiansyah. PSAP SIGLI kembali menjadi bulan-bulanan team lawan baik saat main di Kuta Asan maupun saat Tandang. Disaat PSAP bernostalgia dengan pelatih kenamaan di Indonesia, Anwar dan Arman “bercerai” dengan mengambil jalan masing-masing. Arman saat itu membesut PSAB (ACEH BESAR) Anwar kembali membesut Persiraja dan PSSB Bireuen. Dengan hasil?? Public sepakbola di Aceh pasti tau apa yang terjadi dengan kedua duet tersebut. Arman Gagal membawa ekspetasi public Aceh Besar, sedangkan Anwar Berhasil Menggairahkan Publik Bireuen dan Koetaraja Persiraja. Kompetisi Musim 2010/2011 Arman kembali ke jajaran Kepelatihan PSAP, kali ini yang menjadi duetnya adalah mantan Striker TimNAs Indonesia 80-an Coach Bambang Nurdiansyah. Bambang yang disapa BangNur hanya bertahan beberapa pertandingan di PSAP. Dan saat itu M.Yasin atau yang lebih dikenal dengan nama KOLONEL merekrut kembali ANWAR di duetkan dengan ARMAN untuk menukangi PSAP di Kompetisi Divisi Utama 2010/2011. Dan hasilnya? Sepakbola Pidie kembali bergairah dengan kelolosan PSAP ke 8 besar di Tenggarong sebelum dihentikan sikap non fair play dari Pihak Mitra Kukar dan PANPEL serta “ bantuan” ANTV yang dalam hitungan jam membatalkan siaran LIVE antara PSAP Vs MITRA KUKAR. Yang membuat Publik sepakbola di Aceh umumnya dan Pidie khususnya mengecam sikap PANPEL yang telah mengerjai PSAP untuk kelolosan ke 4 besar di SOLO. Kembali kepermasalah Pelatih, yang menjadi pertanyaan dalam hati saya, kok bisa pelatih yang tidak memiliki license A Nasional bisa menukangi team dari ISL? ANWAR selama ini duduk manis sebagai “DIREKTUR TEHNIK” PSAP tanpa bisa mengunjungi pemain langsung untuk memberi arahan. Kami hanya ingin yang terbaik untuk PSAP, buanglah egoism kalian, mari merangkul tangan, bukakan hati untuk tekat mengembalikan PSAP ke titah klub yang disegani, walaupun hanya di Kuta Asan. Rekrut Kembali ANWAR, duetkan kembali mereka untuk hasil yang lebih baik. Tidak mudah dan murah merekrut pelatih berkualitas dan belum tentu in dengan kondisi PSAP. Rekrutlah yang sudah membuktikan kapasitas dengan kualitas mumpuni dan kuantitas yang cocok dengan kantong PSAP. REKRUT KEMBALI ANWAR…… Bersatulah…… Bersatulah……. Bersatulah… demi satu eksistensi Sepakbola Pidie melalui PSAP SIGLI.. WE RETURN, BECAUSE WE COULD..!!!

Saleum Aneuk Nanggroe
Ketua Harian Laskar Aneuk Nanggroe
Faisal.

EVALUASI PSAP SIGLI

Kamis, 19 Januari 2012

Oleh : Ketua Harian Laskar Aneuk Nanggroe


EVALUASI..
Duet Anwar & Arman kembali di inginkan publik Kuta Asan
Ini kata yang lazim sering diperdengarkan ke khalayak ramai, ketika sekelompok atau massa melihat ada yang kurang bahkan tidak baik terjadi kepada sesuatu yang mereka sukai bahkan yang mereka miliki terjadi ketidak beresan dalam hal pengeloloaan sesuatu hal.

Seisi stadion kuta asan, public menginstruksikan harus ada Evaluasi di Tubuh PSAP SIGLI, Ada yang menginginkan Evaluasi Pelatih, Pemain, manajement bahkan sangat nyaring terdengar Evaluasi PENGURUS PSAP..!!

Apa yang terjadi? Inilah yang menimbulkan pertanyaan dalam hati, kenapa PSAP harus berbenah?
Bagaimana tidak, enam pertandingan yang sudah dilakoni oleh Team Asal Kabupaten Pidie dikancah Liga elit sepakbola di tanah air atau yang bisa disebut ISL (Indonesia Super League) belum sekalipun team yang dibesut oleh Coach Arman menuai kemenangan bagi Kesebelasan PSAP SIGLI, dengan 4 kekalahan dan 2 hasil draw yang dihasilkan PSAP membuat team yang dulu dibesut oleh ANWAR terjerembab kedasar klasement ISL musim ini. Timbul pertanyaan dalam hati, kenapa bisa?

Ayoo kita pelajari dengan seksama dimana sebenarnya akar permasalahan yang terjadi ditubuh PSAP sehingga membuat team yang dimanajeri Nazaruddin ini sangat jauh dari harapan public sepakbola Pidie.

PEMAIN
Berbicara masalah pemain, kami rasa tidak ada yang terlalu jauh kualitas pemain yang ada musim ini dengan musim lalu, karena pilar-pilar PSAP masih diperkuat 85% pemain lama. Mulai dari Penjaga Gawang Raji Quba atau Fahkrul Razi, dilini pertahanan PSAP masih diperkuat oleh M.Ali, Bustami, Arifin Gununie Plus Rekrutan Anyar yang tampil lumayan memuaskan, Stoper asal Negeri Ginseng Korea Selatan, Lee. Untuk dua Sayap kiri dan Kanan masih dihuni oleh Lajang asal Makasar SUkman Suib dan Ikhwani Hasanuddin plus dilapisi si anak Hilang Hendra Saputra. Untuk posisi poros Gelandang masih juga ditempati Feri Komul, Riza Fandi dan dibantu oleh rekrutan asing Mfudo Cecil. 

Untuk lini depan PSAP memang masih merasa kehilangan sosok Goal Getter pada diri Osas Saha, namun yang perlu diketahui bersama adalah, PSAP tidak pernah mentransfer pemain Bintang untuk memperkuat PSAP, yang terjadi selama ini adalah PSAP tempat lahirnya Bintang Sepakbola ditanah air walaupun saat datang ke Team PSAP Pemain tersebut berstatus “terbuang” dari team lain. Manajement PSAP memang berhasil merekrut Dua Striker Asing untuk menjadi juru Gedor gawang lawan pada diri You Wok Jin, dan Sekou Camara. Namun hasilnya??? “hanya” You yang tampil lumayan walaupun belum memuaskan. Sedangkan Sekou Camara? Saya heran kenapa PSAP berani mengontrak pemain  yang dari Segi Fisiknya tidak memadai untuk menjadi Goal Getter PSAP, padahal pengurus sudah tau, malam sebelum PSAP menghadapi Persisam samarinda di Banda Aceh, Sekou terlihat sering sakit dan tidak fit. kenapa pengurus dengan berani untuk mengontrak Sekou! 

Padahal jejak rekam mantan punggawa di Liga Hongkong ini tidak lebih bagus dari talenta-talenta asal Pidie. Sebenarnya jika pengurus lebih jeli dan fasih serta tau detil kontrak pemain, Pengurus bisa mewarning dalam draf kontrak pemain sebelum dikontrak. Semisal Pemain Asing yang tidak bisa menunjukkan peningkatan permainan/kepuasan  pada pelatih/manajement team, atau pemain tidak bisa tampil konsisten dalam beberapa pertandingan, Manajement bisa mengeavaluasi Draft Kontrak dengan si Agen Pemain tersebut, dengan berbagai macam opsi seperti penurunan harga kontrak, pemotongan Gaji, atau yang paling kejam Dipecat tanpa mendapatkan sepeserpun dari PSAP. Tapi jika hal diatas tadi tidak terjadi kesepakatan antara Agen si Pemain dengan Manajement Team, dalam hal ini Team lah yang akan dirugikan karena telah mengontrak pemain dengan harga mahal dan hasil nihil..!! jika pengurus tidak mau disalahkan dalam hal mengontrak pemain, Pengurus juga harus terbukan dengan Publik pecinta setia PSAP, seperti kasus Stembiso.. kenapa sampai pertandingan ke enam kemarin pemain asing tersebut belum bisa merumput? Ada apa ini.. Publik harus tau permasalahannya jika memang Pengurus PSAP tidak ingin disalahkan. Apakah Stembiso Cidera? Atau KITAS, ITC belum rampung? 
Jika ITC/KITAS belum turun, ini merupakan tanggung Jawab Agen Si Pemain. Kok bisa agen tidak bisa merampungkan ITC/KITAS sipemain sebelum kompetisi dimulai? Pengurus jangan hanya diam seribu bahasa, berikan Pressure kepada si Agen, jika limit waktu yang diberikan tidak juga ditepati, Pengurus harus tegas terhadap si Agen, ingat…. Mereka “bekerja” untuk PSAP SIGLI dan Bukan PSAP SIGLI “bekerja” untuk si pemain.. karena siapapun pemain tersbut Kepentingan Team lebih besar dari pada si Pemain.
Kalau dari segi kualiatas Pemain tidak banyak berubah, kenapa PSAP menjadi bulan-bulanan team lawan? Ada apa ini? Siapa yang belum mampu?? Anda yang baca tau jawabannya..

PELATIH
Arman dikenal karena sepak terjangnya bersama Champion Sigli yang malang melintang di turnamen TARKAM di Aceh. Apakah layak dengan ilmu yang pas-pasan tanpa partner Sehati dalam melatih team yang berkompetisi di liga Indonesia bisa membawa PSAP Sigli untuk berbicara banyak? Keberhasilan Arman selama ini dalam melatih banyak terbantu dengan kehadiran Anwar dalam meracik sesuatu team. Tentu kita masih ingat, bagaimana ingar binger sepakbola Pidie 2007 meledak. Ketika itu duet “AA” anwar dan arman berhasil membawa team asal kerupuk muling menjuarai Divisi Satu Liga Indonesia 2007 dan lolos ke Divisi Utama. Saat itu sepakbola Pidie kembali bergairah.. namun selang setahun kemudian, Pasca ditinggal Duet “AA” tersebut, PSAP SIGLI kembali hancur dalam keikut sertaan mereka dikancah sepakbola nasional. Walaupun PSAP SIGLI berhasil merekrut pelatih berlabel nasional seperti, Kustiono, Hadi hingga Bambang Nurdiansyah. PSAP SIGLI kembali menjadi bulan-bulanan team lawan baik saat main di Kuta Asan maupun saat Tandang. Disaat PSAP bernostalgia dengan pelatih kenamaan di Indonesia, Anwar dan Arman “bercerai” dengan mengambil jalan masing-masing. Arman saat itu membesut PSAB (ACEH BESAR) Anwar kembali membesut Persiraja dan PSSB Bireuen. Dengan hasil?? 
Public sepakbola di Aceh pasti tau apa yang terjadi dengan kedua duet tersebut. Arman Gagal membawa ekspetasi public Aceh Besar, sedangkan Anwar Berhasil Menggairahkan Publik Bireuen dan Koetaraja Persiraja. Kompetisi Musim 2010/2011 Arman kembali ke jajaran Kepelatihan PSAP, kali ini yang menjadi duetnya adalah mantan Striker TimNAs Indonesia 80-an Coach Bambang Nurdiansyah. Bambang yang disapa BangNur hanya bertahan beberapa pertandingan di PSAP. Dan saat itu M.Yasin atau yang lebih dikenal dengan nama KOLONEL merekrut kembali ANWAR di duetkan dengan ARMAN untuk menukangi PSAP di Kompetisi Divisi Utama 2010/2011. Dan hasilnya? 

Sepakbola Pidie kembali bergairah dengan kelolosan PSAP ke 8 besar di Tenggarong sebelum dihentikan sikap non fair play dari Pihak Mitra Kukar dan PANPEL serta “ bantuan” ANTV yang dalam hitungan jam membatalkan siaran LIVE antara PSAP Vs MITRA KUKAR. Yang membuat Publik sepakbola di Aceh umumnya dan Pidie khususnya mengecam sikap PANPEL yang telah mengerjai PSAP untuk kelolosan ke 4 besar di SOLO. Kembali kepermasalah Pelatih, yang menjadi pertanyaan dalam hati saya, kok bisa pelatih yang tidak memiliki license A Nasional bisa menukangi team dari ISL? ANWAR selama ini duduk manis sebagai DIREKTUR TEHNIK PSAP tanpa bisa mengunjungi pemain langsung untuk memberi arahan. 

Kami hanya ingin yang terbaik untuk PSAP, buanglah egoism kalian, mari merangkul tangan, bukakan hati untuk tekat mengembalikan PSAP ke titah klub yang disegani, walaupun hanya di Kuta Asan. Rekrut Kembali ANWAR, duetkan kembali mereka untuk hasil yang lebih baik. Tidak mudah dan murah merekrut pelatih berkualitas dan belum tentu in dengan kondisi PSAP. Rekrutlah yang sudah membuktikan kapasitas dengan kualitas mumpuni dan kuantitas yang cocok dengan kantong PSAP. REKRUT KEMBALI ANWAR…… Bersatulah…… Bersatulah……. Bersatulah… demi satu eksistensi Sepakbola Pidie melalui PSAP SIGLI..
WE RETURN, BECAUSE WE COULD..!!!

***Faisal Abdullah Al Makki

Saling mengakui

Minggu, 15 Januari 2012

Arman
 KITA tak bisa pungkiri kehebatan Persipura Jayapura, Papua. Mereka sebagai juara bertahan ISL, memang layak menang dalam pertandingan ini. Meski kalah, pemain PSAP sudah tampil maksimal mengerahkan  segenap kemampuan. Atas perjuangan ini, kita mengucapkan terima kasih bagi pemain.
*** Arman Coach PSAP SIGLI





"KAMI sangat puas dengan hasil di kandang lawan. Karena, Persipura memenuhi ambisi untuk membawa poin penuh. Soal kekuatan tuan rumah, Soung Yong Lee dan kiper Fakhrurrazi layak menjadi bintang. Karena, kedua pemain ini sangat berperan dalam tarung itu. Lee begitu kokoh di bawah, sementara Fakhrurrazi tampil gemilang dalam mematahkan serangan kami di depan."
*** Jaksen F Tiago - Coach Persipura

"keperawanan" PSAP direnggut Boaz Cs

Boaz si pencetak Goal
SIGLI - Keinginan PSAP Sigli untuk mendulang poin penuh di kandang harus gagal setelah dibekap Persipura Jayapura, Papua, 0-1 dalam lanjutan kompetisi Indonesia Super League (ISL) musim 2011-2012 di Stadion Kuta Asan, Sigli, Pidie, petang kemarin.

Gol kemenangan Mutiara Hitam (julukan Persipura) itu diciptakan elkapiten Boaz Salossa pada menit 33. Gol pemain kelahiran Sorong, Papua Barat itu berawal dari umpan crossing Yustinus Pae setelah melewati Sukman Suib. Sekali kontrol dengan dada, mantan bintang timnas tersebut langsung menghujamkan tendangan keras tanpa bisa diselamatkan Fakhrurrazi, kiper PSAP.

Gol semata wayang ke gawang PSAP akibat kesalahan passing center-bek tuan rumah, M Ali. Bola sepakannya berhasil dipatahkan oleh palymaker Persipura asal Liberia, Zah Rahan. Dengan cepat, Zah Rahan langsung memberikan umpan panjang kepada Yustinus Pae di sektor kiri. Usai melewati Sukman, Yustinus langsung melepaskan umpan diakhiri gol Boaz Salossa yang berhasil lepas dari kawalan Soung Young Lee.

Bagi Laskar Aneuk Nanggroe (julukan PSAP), ini merupakan kekalahan kandang ketiga. Hasil buruk ini memperpanjang rekor kekalahan di kandang bagi besutan Arman. Karena, sebelumnya PSAP juga menderita kekalahan saat melawan Persisam Samarinda (2-1), dan Mitra Kukar (3-2) di Stadion Lhong Raya, Banda Aceh.

Menyusul hasil buruk itu, PSAP harus duduk di papan bawah tepatnya di peringkat ke-16. Selain itu, rekor tidak terkalahkan PSAP musim lalu di bawah pelatih Anwar, pun ternoda oleh kehebatan sang juara bertahan Liga Super itu.

Pada laga kemarin, pertandingan dipimpin wasit Jerry Elly asal Bogor berjalan kurang berimbang. Penguasaan si kulit bundar lebih didominasi pemain Mutiara Hitam sejak kick-off. Boaz, Zah Rahan, Ian Luis Kabes, Ortizan Salossa, dan Alberto ‘Beto’ Gonzalves begitu merajalela.

Di sisi lain, kesalahan mendasar seperti salah kontrol dan passing dilakukan Ferry Komul, Wook Jin You, dan Sukman Suaib. Tak heran, si kulit bundar begitu gampang dicuri pemain tim tamu. Pilar PSAP di lini bawah seperti Soung Yong Lee, dan Bustami Aiyub kewalahan meredam serangan yang dibangun Boaz Solossa dkk.

Usai gol pertama, tim Persipura tercatat memiliki dua peluang emas hasil tendangan Boaz. Aksi individu pemain kelahiran 16 Maret 1986 nyaris menghasilkan gol. Beruntung, hentakan pemiliki kostum 86 ini masih bisa dimentahkan lewat aksi gemilang Fakhrurazi.

PSAP juga memiliki peluang menciptkan gol. Tapi, Sekou Camara dan Wook Jin You yang diplotkan sebagai straiker tidak mampu mendobrak lini bawah awak Persipura yang digalang Ricardo Salampessy, dan Bio Paulin. Melihat buruknya penampilan legiun asing, Sekou Camara, penonton pun melayangkan sumpah serapah karena kerap gagal menciptakan gol saat ada peluang. Sampai turun minum Persipura Jayapura unggul 1-0.

Di babak kedua, permainan masih dikendalikan Boaz Salossa cs. Serangan bertubi-tubi terus dilancarkan ke kubu PSAP. Sehingga, kiper PSAP Fakhrurazi kembali menjadi bulan-bulanan dari serangan Alberto Goncalve. Bahkan, pemain tamu nyaris mencetak gol melalui akselerasi Ian Louis Kabes setelah lepas dari kawalan Bustami. Beruntung, pada saat itu, Soung Yong Lee berhasil mengagalkannya. Lalu, tendangan Boaz juga nyaris membuahkan gol. Kala itu, Fakhrurrazi keluar dari gawangnya. Namun, bola tendangan Boaz berhasil diselamatkan Bustami yang berdiri di bawah mistar gawang. Hingga laga berakhir, Persipura unggul 1-0.(naz/c43)

susunan pemain
PSAP - Fakhrurrazi, Bustami, Soung Yong Lee, Muhammad Ali, Hendra Saputra/Ikhwani Hasanuddin, Sukman Suib, Riza Fandi, Fery Kumol /Abdul Faisal, Mathonsi Mfundo Cecil, Sekou Camara /Sayuti, Wook Jin You

Persipura - Yoo Jae Hoon, Bio Paaulin Pierre, Ricardo Salampessy, Ortizan Solossa, Yustinus Pae, Yohanes Tjoe/Cristian Uron, Gerald Pangkali, Boaz Solossa, Zah Rahan Kranggar/Lukas Mandowen, Alberto Goncalves/David Laly, Ian Louis Kabes

Bersatulah, Bersatulah, Bersatulah!

Rabu, 28 Desember 2011

Hingga kapan para pembina sepak bola Indonesia menyulut dendam? Hingga kapan adu argumen kosong terus didengungkan? Hingga kapan sikap pembenaran diri sendiri dipertahankan? Apakah sikap arogan seperti ini dibiarkan hingga membunuh sepak bola negeri ini?
Telah tiba waktunya untuk mengatakan: stop sampai di sini! Betul, yang bertikai adalah mereka yang mengatasnamakan pembina, tapi sesungguhnya sepak bola itu milik seluruh masyarakat. Perselisihan di tingkat elite tidak boleh mengorbankan kepentingan umum.
Apa pun alasannya, Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husin dan seluruh jajarannya adalah sah. Mereka dipilih melalui kongres yang berlangsung secara terbuka di Solo, Juli lalu. Djohar dan kawan-kawan sudah melaporkan dan diterima secara baik oleh FIFA dan AFC, dua lembaga tertinggi sepak bola dunia dan Asia. PSSI era baru yang menumbangkan rezim Nurdin Halid cs. yang dianggap buruk itu telah mulai bekerja dengan gigih.
Awalnya berjalan penuh optimistis. Lihatlah bagaimana tim nasional senior kita dapat melewati hadangan Turkmenistan dan lolos ke penyisihan grup kualifkasi Piala Dunia 2014. Namun, ketika harapan dilambungkan, Indonesia malah menjadi bulan-bulanan Iran, Qatar, dan Bahrain, dan belum satu poin pun diraih.
Tidak apa-apa sebab kita masih memiliki timnas U-23 di bawah pelatih Rahmad Darmawan (RD). Garuda Muda ini tampil memikat saat turun di SEA Games. Titus Bonai cs. melaju hingga final. Sayang, Malaysia keluar sebagai kampiun melalui adu tendangan penalti.
Rupanya kehidupan harmonis keluarga baru PSSI itu hanya tampak luar. Di dalam rumah tangga telah terjadi gontok-gontokan hebat yang menimbulkan sikap saling curiga. Hanya dalam waktu seumur jagung, para pengurus PSSI terbelah dua.
Ibarat berlayar dalam satu perahu, para pengurus mendayung dengan gigih tapi ke arah yang berlawanan. Berkutat di tempat, tidak membawa dampak baik dan bahkan konflik internal menjadi konsumsi publik.
Pengurus inti PSSI, dalam hal ini 11 anggota Komite Eksekutif (komek) yang terpilih oleh kongres, bertikai. Satu di kubu Djohar dan satu lagi dimotori La Nyalla Mattalitti seolah menjadi matahari dan bulan yang terpisah jauh dan tak mungkin bersatu.
Sedemikian parahkah konflik internal itu? Faktanya demikian dan malah berkembang menjadi pertarungan adu kekuatan dan pengaruh kepada ratusan anggota. Perselisihan semakin kental dan saling mengklaim diri sebagai pihak yang paling benar dan legal di mata hukum.
Konflik di pucuk pimpinan diperparah lagi dengan bergulirnya Liga Super Indonesia (LSI). Kompetisi ini dinilai ilegal karena PSSI sudah memiliki Liga Primer Indonesia (LPI). Mayoritas pemilik klub memilih LSI karena dinilai masih sah sebagai produk Kongres Bali yang belum dicabut.
***
Djohar yang diragukan ketegasan mengambil keputusan akhirnya unjuk gigi. Seluruh produk LSI secara pukul rata dianggap melanggar aturan PSSI. Artinya, harus dikenakan hukuman. Hak pemain LSI dicabut dari kesempatan membela timnas Indonesia.
Pemilik klub, pemain, pelatih, dan para suporter berang. Keputusan PSSI dinilai tidak tepat dan terkesan arogan. Karena itu mereka berkumpul dan melakukan rapat-ria untuk menelorkan sikap: lakukan penggantian pengurus PSSI.
Semakin parah. Prestasi sepak bola kita belum menunjukkan tanda-tanda positif, tapi malah asyik berkelahi tidak karuan. Ini menunjukkan bahwa kita memang belum dewasa menerima perbedaan, mirip di lapangan yang mudah tersulut emosi.
Mengherankan juga ya, bagaimana para pengurus sepak bola dari berbagai daerah tiba-tiba berkumpul di hotel bintang lima di Jakarta. Tidak kepalang tanggung karena para 'pemberontak' di luar PSSI ini menyebut dukungan dari 452 anggota. Siapa ya yang menyediakan biaya besar itu?
Urun rembuk ini dinamai Rapat Akbar Sepak Bola Nasional. Dalam pertemuan itu tercetus tuntutan Kongres Luar Biasa (KLB). Hasil rapat ini segera disampaikan kepada Djohar di kantor PSSI, tapi tidak berhasil karena sang ketua sedang berada di Jepang.
Pada saat bersamaan, PSSI yang sah melakukan silaturahmi dengan pengurus pengprov dan klub di Semarang. Walau terkesan sepi peserta, setidaknya tetap melakukan tindakan temu anggota.
Konflik sudah terbuka. Tidak ada lagi retorika yang dapat menjelaskan posisi masing-masing. Agar jangan sampai menghancurkan semua tembok, segeralah rela membuka diri. Djohar cs. tidak boleh lagi tutup mata melihat kenyataan. Begitu juga La Nyalla cs. harus menahan diri dan bersedia berdebat secara cerdas.
Dalam tulisan terdahulu saya berharap campur tangan Jusuf Kalla dan Andi Mallarangeng. Minggu ini saya mengajukan mantan gubernur DKI, Sutiyoso, dan mantan Menpora Adhyaksa Dault untuk turun tangan mengurai benang kusut ini.
Secara legal formal, Djohar adalah sah memimpin PSSI. Hanya, apa suara anggota tidak lagi didengar? Ketika anggota ingin curhat dan berdiskusi mencari jalan keluar, kenapa ditampik? Jika merasa benar, tidak perlu khawatir didepak.
Berempat atau salah satu dari JK, Andi, Bang Yos, Adhyaksa harus rela menyediakan waktu menjadi penengah. Sepak bola dalam keadaan gawat dan butuh diselamatkan. Harus ada tokoh kuat untuk menyalakan pipa perdamaian.
Merebut kekuasaan melalui revolusi akan melahirkan revolusi baru. Karena itu, setiap orang dituntut mau mengalah untuk mencapai mufakat. Tidak ada orang sempurna di muka bumi ini, yang ada hanyalah berusaha sempurna.
Siapa yang mau berusaha sempurna? Guna menciptakah suasana kondusif, maka bersatulah. Beri ruang kepada orang bijak agar merapatkan persamaan dan mempersempit ruang perbedaan.
Sekali lagi, jangan biarkan sepak bola Indonesia hancur lebur. Jadi, bersatulah!
ian@bolanews.com
(Dikutip dari Rubrik Catatan Ringan Tabloid BOLA No. 2.289 terbit 22 Desember 2011)

La Nyala: Rapat Malam ini Untuk Siapkan KLB

Minggu, 18 Desember 2011

La Nyalla Mattaliti
Jakarta - Anggota Komite Eksekutif PSSI La Nyala Mattalitti memastikan bahwa pertemuan yang digagasnya malam ini dimaksudkan untuk menggelar Kongres Luar Biasa (KLB) untuk mengubah kepengurusan PSSI saat ini.

Hal itu dikatakan La Nyala kepada wartawan sebelum memulai pertemuan di Hotel Pullman, Jakarta, Minggu (18/12/2011) malam.

Ia mengatakan, rapat ini diikuti oleh 480 anggota PSSI dari 27 Pengurus Provinsi (Pengprov), dengan tujuan membentuk apa yang disebut dengan "Komite Penyelamat", yang diberikan mandat untuk menjalankan KLB.

"Kami sudah memiliki surat dukungan dari ketua dan sekretaris klub sebagai rekomendasi kepada PSSI untuk menjalankan KLB. Jika mereka tidak mau, Komite Penyelamat yang akan mengurusnya," demikian La Nyala.

"Komite Penyelamat" tersebut, sambung dia, akan terdiri dari anggota Komite Eksekutif, Pengprov, pelatih, dan klub.

"Agenda KLB adalah mengubah kepengurusan yang ada, harus digelar paling lambat tiga bulan ke depan. Kami sudah memberi amanat, tapi mereka tidak mau menjalankan," tukasnya.

Rencananya rapat ini akan dilangsungkan sampai pukul 10 malam ini, dilakukan secara terbuka dan diliput oleh pers.

Mercury Jadi Penghalang

Minggu, 11 Desember 2011

HASRAT publik Pidie untuk menyaksikan langsung kiprah PSAP Sigli di Stadion Kuta Asan, tampaknya belum akan terwujud dalam waktu dekat. Belum selesainya renovasi Stadion Kuta Asan mengakibatkan
 laga kandang ketiga ‘Laskar Aneuk Nanggroe’ saat menjamu PSMS Medan dalam lanjutan Indonesian Super League (ISL) musim 2011/2012, masih akan pindah ke Stadion Harapan Bangsa, Lhong Raya, Banda Aceh. Badan Pelaksana (Banpel) PSAP, Drs Mukhlis yang dihubungi Serambi, kemarin, mengatakan, ganjalan utama dalam renovasi Stadion Kuta Asan adalah pemasangan lampu menerang (mercury). 
Pasalnya, dana untuk pengadaan dan pemasangan mercury sebanyak 120 unit tersebut mencapai Rp 500 juta. “Sampai sekarang, dana untuk mercury ini tak ada. Kami telah kita minta dukungan Pemkab Pidie dan pihak ketiga,

tapi belum ada ada tanda-tanda kejelasannya sehingga tenggat waktu untuk siap dalam satu pekan mendatang sebelum menjamu PSMS Medan, sepertinya sulit terwujud,” ujarnya. Kecuali mercury yang menjadi ganjalan besar, kata Mukhlis, beberapa item lain telah direhab seusai dengan petunjuk Badan Liga Indonesia (BLI). “Kami pun tetap mengusahakan usai dua laga tandang ke luar daerah, pemasangan lampu berkekuatan 120.000 watt ini bisa terwujud sesuai dengan tuntutan pihak penyelenggara ISL. Yang jelas, untuk pemasangan lampu bercahaya tinggi itu harus kita order terlebih dahulu. Karena biayanya tergolong tinggi,” demikian Mukhlis.(c43)

Laskar Aneuk Nanggroe: Benahi PSAP...!!!

Jumat, 09 Desember 2011

Sekjen Laskar Aneuk Nanggroe - Muchlis
* Dikalahkan Mitra Kukar 2-3
* Partai Kedua ISL di Lhong Raya

BANDA ACEH - PSAP Sigli kembali menelan kekalahan kedua dengan skor 2-3 di pentas Indonesia Super League (ISL) musim 2011/2012. Kali ini, Mitra Kukar, Kutai Kartanegera, Kalimantan Timur (Kaltim) yang menjadi penakluk tuan rumah di depan ribuan bolamania Aceh yang memadati Stadion Harapan Bangsa, Lhong Raya, Banda Aceh, Kamis (8/12) sore.

Kekalahan kedua di kandang sendiri langsung mendapat sorotan tajam dari suporter yang menamakan diri ‘The LAN’ (Laskar Aneuk Nanggroe). Mereka mendesak agar manajemen segera berbenah dalam berbagai aspek, terutama dengan penentuan pelatih kepala dan memperkuat tim dengan pemain yang punya skill. “Kita mendesak manajemen tim untuk menentukan pelatih kepala guna mendampingi pelatih Arman,” ujar Sekjen ‘The LAN’, Muchlis Benzema kepada Serambi, kemarin.

Para suporter, kata Muckhlis, juga mendesak agar secepatnya dirampungkan renovasi Stadion Kuta Asan Sigli. Karena stadion itu merupakan zona angker bagi semua tim lawan yang berlaga di Sigli. “Stadion Kuta Asan juga memudahkan pendukung PSAP yang berada di daerah sendiri untuk datang memberi semangat bagi pemain,” ujarnya.

Di sisi lain, kata Muchlis, para suporter tetap bangga dan puas dengan perjuangan mati-matian pemain PSAP. Kekalahan ini tak membuat semangat suporter kendur dalam memberi dukungan. Justru dengan kondisi seperti ini, ‘The LAN’ tetap eksis memberi dukungan moral. Karena harus diakui secara kelas pemain PSAP jauh beda dengan tim lawan yang bertabur bintang timnas. “Kami yakin kita tetap merebut kemenangan di pertandingan mendatang,” ungkapnya.

Pertandingan kemarin diawali hening cipta yang dipimpin Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Banda Aceh, Qamaruzzaman Haqni untuk korban penembakan di Aceh Utara dan runtuhnya jembatan Mahakam di Kutai Kartanegara.

Sebenarnya, ribuan bolamania yang memadati stadion sudah merasakan isyarat kemenangan yang bakal diraih PSAP. Ini terlihat jelas saat pasukan Arman langsung unggul melalui sundulan Mathonsi Mfundo Cecil setelah memanfaatkan tendangan bebas Sukman Suaib. Bahkan gemuruh penonton kembali pecah setelah Abdul Faisal menaklukkan kiper Hendro Kartiko di menit 35 usai menerima umpan Sayuti di areal kotak penalti.

Tapi efouria publik tuan rumah berantakan setelah sundulan Hamka Hamzah mampu membobol gawang PSAP yang dikawal Fakhrurrazi di menit 42. Pemain timnas itu memanfaatkan tendangan bebas Ahmad Bustomi di sayap kiri. Malapetaka kembali menimpa PSAP setelah sundulan Jajang Mulyana di menit 44 mampu menyamakan kedudukan 2-2. Uniknya gol ini juga bermula dari tendangan bebas pemain timnas Ahmad Bustomi tak jauh dari lahirnya gol perdana.

Bermain di babak kedua, Mitra Kukar mulai fokus menekan pertahanan PSAP. Hanya butuh waktu dua menit, giliran pemain timnas Arif Suyono yang menjadi pahlawan Mitra Kukar membobol gawang PSAP. Keunggulan tim tamu tak terkejar hingga Wasit Yandri dari Jakarta mengakhiri pertandingan.(hd/c43)  

Final tournament draw Kyiv, Ukraine – Friday 2 December 2011, 18.00CET

Jumat, 02 Desember 2011

Location Final Draw UERO
Holders Spain will face Italy, Republic of Ireland and Croatia in Group C of UEFA EURO 2012 after Friday's final tournament draw at the Palace of Arts in Kyiv, Ukraine.
The draw also threw up a tournament-opening game for Poland against the UEFA EURO 2004 winners Greece at the National Stadium Warsaw on 8 June. Poland, pre-designated the seeded team in Group A, also have the prospect of central and eastern European derbies with the Czech Republic and Russia respectively.
For the other co-host nation, who were seeded first in Group D, there are equally enticing challenges in store in six months' time: Ukraine will take on the might of Sweden, France and England. There also promises to be no quarter given in Group B where three former European champions – the Netherlands, Denmark and Germany – will come up against Portugal, the runners-up in 2004, in what is the toughest-looking section.
Draw
Group A (Warsaw/Wroclaw)

Poland (co-hosts)
Greece
Russia
Czech Republic
Group B (Kharkiv/Lviv)Netherlands
Denmark
Germany
Portugal
Group C (Gdansk/Poznan)Spain
Italy
Republic of Ireland
Croatia
Group D (Kyiv/Donetsk)
Ukraine (co-hosts)
Sweden
France
England

Siapa Sebenarnya Perusak Sepakbola Kita?

Kamis, 01 Desember 2011


Utak –utik siapa sebenarnya perusak sepak bola nasional kita , kelompok LPI dengan Djohar& AP CS atau kelompok LSI dengan Djoko Driyono & NB CS ???
Mari kita diskusikan secara cermat, obyektif dan fair sesuai fakta fakta dan track record yang ada :
Suporter Indonesia
Persamaan LPI dan LSI
- Sama sama membuat liga tandingan karena kecewa dengan kepemimpinan di era nya masing masing
- Sama sama tidak diakui FIFA dan AFC. Dan sama sama kompetisi Ilegal menurut PSSI di eranya masing masing
- “Mungkin” keduanya sama sama bermuatan politis
Perbedaan LPI dan LSI
A. Dulunya LPI membuat liga tandingan karena kecewa dengan kepemimpinan PSSI era Nurdin / Djoko Driyono CS , dan apa yang membuat mereka kecewa ??? yaitu pelanggaran2 dari yg ringan sampai pelanggaran berat/ major, selama memimpin 2 periode ( kurang lebihnya ada 12 items):
1. Melanggar telak statuta FIFA pasal 33 yang berisi larangan untuk menjadi anggota organisasi sepak bola bagi orang yang pernah terjerat kasus kriminalitas.
2. Menentang peringatan Presiden FIFA , Sepp Blatter utk segera mengganti Nurdin dan memelintir statuta FIFA / pembohongan publik , ini juga pelanggaran telak thd Statuta FIFA/PSSI
3. Suap dan pengaturan skor merajalela, terutama di PSSI daerah, wilayah Divisi Utama , Divisi I, II,III.
4. Laporan pertanggung jawaban APBN dan PT LI sebagai pengelolah liga yang tidak transparan , bahkan tidak mau di audit., Keuangan dari APBN ,hasil tiket , sponsor , hak siar TV , denda2 klub dari komdis entah kemana laporannya??
5. Hutang puluhan milyar tanpa jelas untuk apa? kemana arahnya ? tidak ada laporannya?
6. Prestasi teamnas yang terus merosot / Peringkat FIFA yg turun terus
7. Pertama kali gagal lolos ke putaran final piala asia 2011 sejak tahun 1996
8. Praktis selama 8 tahun kepemimpinan Nurdin dan Djoko driyono CS ( 2 periode), tidak ada satupun prestasi diukir team nasional. Bahkan pernah teamnas U-21 pernah dikalahkan oleh Laos team terlemah di asia tenggara.
9. Fairplay yang sangat rendah , pertandingan dikompetisi LSI pernah diulang sampai 4 X , hanya untuk menyelamatkan klub Pelita jaya dari jurang degradasi ; beberapa klub selalu mendapat penalty ; menit terakhir injury time Arema V Persebaya , tidak ada pelanggaran berarti apapun , tetapi wasit olihadi dari tangerang meniup pluit menunjuk titik putih untuk Arema.
10. Pencarian bakat dan bibit muda yang sangat minim
11. Kompetisi dengan ijin kepolisian selalu susah , bentrokan antar supporter sering terjadi
12. PSSI LSI Sering mengadakan Kongress tertutup, sampai2 wartawan saja di larang masuk , apa yang ditutup tutupi ??
B. LSI membikin liga tandingan karena kecewa dengan LPI dan Djohar CS karena , ( hanya 2 items) :
1. Katanya LPI melanggar statuta dan Kongres Bali tentang 6 klub “gratisan” yang akan ikut kompetisi level tertinggi, faktanya padahal sudah jelas, di statuta tidak ada sangkut pautnya dengan jumlah peserta kompetisi , tetapi statuta membahas peserta kongress , utk lebih jelasnya silahkan lihat Pasal 23 : Peserta Kongress
Kongress diikuti 108 ( seratus delapan) peserta sebagai berikut :
a. 18 (delapan belas ) peserta dari klub klub super Liga ; satu suara setiap peserta.
Dan juga pihak FIFA dan AFC juga tidak mempermasalahkan jumlah klub , mereka menjelaskan untuk berkompetisi minimum 10 klub dan maximum terserah asalkan bisa memanagenya.
2. PSSI tidak lagi mengakui PT LI sebagai pengelola kompetisi
- Mengapa PT LI dicabut mandatnya selaku pengelola kompetisi : Alasannya PSSI sama sekali tidak pernah mendapatkan hasil Audit dan Laporan dari PT LI , dimana banyak terjadi defisit dan hutang puluhan milyaran akibat roda kompetisi sebelumnya yg dikelola PT LI ( CEOnya Djoko Driyono & Andi DT) ,
Dalam hal ini PT LI ( Djoko driyono & Andi D T) sama sekali tidak mau di audit dan hasil Laporannya entah tidak jelas kemana ???
Bagaiimana mau hand over ?? kalau defisitnya tanpa pertanggung jawaban yang Jelas , Untuk itu PSSI dengan EXCOnya membentuk PT LPPI sebagai pengelola baru IPL
( Lihat statuta PSSI Pasal I , ayat 2 berbunyi , Badan Pengelola Liga Indonesia dibentuk oleh EXCO utk melakukan pengelolahan dan pendayagunaan kompetisi nasional)
Dari hanya 2 item diatas, sama sekali tidak ada satupun kekecewaan kelompok LSI yang melanggar statuta , Lho??? Terus mengapa bikin LSI Liga tandingan ??? Silahkan jawab sendiri..
C. Dulu LPI dalam menjalankan kompetisinya, klub2 itu murni kecewa dg PSSI LSI era Nurdin &Djoko Driyono CS ( yaitu klub Persebaya , Persema , Persibo dan PSM, ) dan LPI sama sekali tidak mengganggu atau menggerilya klub2 anggota PSSI LSI lainnya untuk bergabung dengan kompetisnya LPI, melainkan LPI lebih fair dengan membuat klub2 PT baru berbadan hukum konsorium seperti Manado united , Bali FC , Cendrawasih Papua , Semarang United , Bogor FC , Batavia FC , Aceh United dsb , sehingga praktis hanya klub Persebaya saja yag terjadi dualisme
D. Kalau LSI dalam menjalankan kompetisinya adalah mengganggu /menggerilya klub klub anggota PSSI yg sudah mau akan bergabung ke LPI , dan, hasilnya Persipura , Mitra Kukar , Persib bandung , PSMS medan yang sudah hampir pasti bergabung dengan LPI pada, akhirnya membelot lebih memilih LSI dan juga banyak klub2 besar menjadi korban dualisme,hasil gerilyanya LSI ( Arema, Persija , PSMS medan , bahkan Persib pun hampir saja terjadi dualisme)
E. LPI dulunya mendapat persetujuan dari BOPI dan Menteri Olahraga ,
F. Sedangkan LSI sampai sekarang tidak mendapat persetujuan BOPI kecuali ttd perijinan yg ditanda tangani oleh ketua PSSI, dan Menteri Olahraga .
G. Dulu ketika kompetisi LPI berjalan, semua pihak LPI mendapat sangsi berat dari PSSI LSI era NB cs , baik itu klub , management ,pemain, pelatih, wasit , perangkat pertandingan bahkan certifikat kepelatihan dari AFC , FIFA pun tidak diakui ? apa wewenangnya PSSI ?? dan sampai urusan immigrasi pun PSSI LSI Nurdin/Djoko Driyono CS ikut campur tangan agar pemain asing yg bermain di LPI dicekal tidak boleh bermain.
H.PSSI LPI Era Djohar CS lebih bijak, hanya klub LSI dan management yg mendapat sangsi, tetapi pemain masih diberi kesempatan bermain di teamnas meskipun ikut liga ilegal.
I. Semua klub2 LPI tanpa terkecuali benar- benar melangkah menuju Sepak bola industri, tanpa APBD uang
J. Di LSI Djoko driyono CS , ada sebagian klub2 LSI yang masih ingin mendapatkan dana APBD untuk pembiayaan klubnya .( Persiba , Persisam , Persidafon , Persiwa wamena, Persipura ) mereka berkedok ikut kompetisi Profesional tapi masih menginginkan uang rakyat.
K. Dulunya Selama LPI berkompetisi , LPI tidak sekalipun mengganggu jalannya pertandingan kompetisi LSI, baik Hari dan Tempat jadwalnya diatur supaya tidak bersamaan/ bertabrakan dengan Kompetisi LSI.
L. Di LSI sengaja mencoba untuk mengganggu jalannya kompetisi LPI yg baru mulai, yaitu dengan cara menyamakan Jadwal/ tanggal hari dan tempat yg sama saat klub LPI bermain dengan mengadakan turnament pertandingan Inter land cup dipapua , dan turnament segitiga Persija, Sriwijaya , PSMS, diJakarta Dan hasilnya ada beberapa pertandingan LPI yang gagal dilaksanakan.
M. Dulunya LPI ditentang keras PSSI LSI era Nurdin/Djoko Driyono Cs , karena menggelar liga tandingan dan berteriak keras takut akan sangsi FIFA.
N. Sekarang mereka sendiri LSI kembali menjilat ludahnya sendiri , juga menggelar liga tandingan , tanpa peduli juga takut sangsi FIFA
O. Ketika LPI Djohar CS “menggratiskan” PSMS medan masuk ke kompetisi level tertinggi , LSI Djoko Driyono CS bersuara lantang dan menentang keras.
P.Kini LSI Djoko Driyono CS menjilat ludahnya sendiri lagi dengan memasukan team gratisan juga PSMS medan dan Gresik United ke kompetisi LSI level tertinggi.
Q.Saat sekarang LPI manual liga dan jadwalnya masih amburadul
R.Untuk LSI saat sekarang Manual liga dan jadwalnya belum direlease, bisa jadi sama-sama amburadulnya dengan LPI , tetapi bisa jadi akan lebih baik dan bagus dari LPI, wait and see aja…
S. Dulu semua pertandingan LPI , mendapat ijin dari kepolisian dan pertandingan lancar2 saja tanpa kendala berarti
T. Sekarang Pertandingan LSI , katanya sudah mendapat persetujuan dan ijin dari polisi ,tetapi belum terbukti pelaksanaannya , wait and see saja
U. LPI kecewa dan membuat Liga tandingan karena acumulatif selama 8 tahun (2 periode) , kompetisi berjalan tidak fair ,pelanggaran berat statuta.
V. LSI kecewa dan membuat liga tandingan , padahal PSSI era Djohar CS baru berumur 5 bulan ,dan kompetisi belum dimulai dan hanya 2 item yg menurut penulis bukan suatu pelanggaran berat yang menjadi alasannya mereka untuk menggelar LSI Liga tandingan , itupun 2 item minor tsb , belum jelas alasan yang konkret dan dasar hukumnya apa ??? apakah pantas menggelar Liga tandingan hanya karena 2 item minor tsb dan kompetisi belum mulai sudah mendapat penilaian lebih dengan raport merah semua??
Dari data-data dan fakta diatas (items A sampai V) seharusnya kita bisa membandingkan dan menyimpulkan sendiri siapa yang memiliki nilai positif yg lebih dan siapa yang memiliki nilai negatif yg lebih banyak atau kelompok mana yg benar2 menyuarakan perubahan dan kelompok mana yg menjadi perusak Sepak Bola nasional kita ??
Kita jangan sampai terjebak dengan kelompok2 tertentu, tetapi sebagai suporter kita harus tetap kritis dan bisa melihat secara obyektif dan fair fakta2 yang ada, kelompok mana yg banyak minusnya dan kelompok mana yg banyak positifnya ?
Kalaupun kedua kelompok tsb semuanya jauh dari sempurna , setidaknya kita bisa mensupport sekaligus mengkritisi kelompok mana yg terbaik diantara dua kelompok tsb,dan tentunya kelompok yg mempunya fakta dan track record nilai positifnya yang lebih banyak !
Dan Yang terpenting juga , kelompok yang benar2 menyuarakan perubahan , juga masih jauh dari sempurna dan masih banyak kekurangan2 yg harus trus dikritisi…agar kinerjanya lebih baik lagi demi persepakbolaan nasional kita menuju era Industri Sepak bola !!!

Mengenai Saya

Foto saya
Sigli, Aceh, Indonesia
 

© Copyright THE LAN 2007 2010 -2011 | Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.