News Update :
Faisal Abdullah Al Makki. Diberdayakan oleh Blogger.

TheLAN Actions

FIFA KLASEMEN

Harbiansyah Hanafiah Mundur, PSSI Hilangkan Badan Liga Indonesia

Minggu, 25 September 2011

Penghapusan posisi direktur BLI disebabkan PSSI tidak mau mencari sosok pengganti Harbiansyah.

Djohar Arifin Husen
Mundurnya Harbiansyah Hanafiah sebagai direktur Badan Liga Indonesia (BLI) membuat PSSI mengambil kebijakan baru. Ketua umum PSSI Djohar Arifin Husein memutuskan untuk menghapus badan tersebut.

Harbiansyah ditunjuk sebagai direktur BLI menggantikan Andi Darusalam Tabusala yang mengundurkan diri. Penunjukkan Harbiansyah ini dilakukan berdasar hasil rapat komite eksekutif (Exco) beberapa waktu lalu. Selain menangani kompetisi profesional, BLI juga bertugas menggulirkan kompetisi amatir.


Menurut Djohar, PSSI tidak akan mencari figur baru untuk menggantikan posisi Harbiansyah, dan memilih meniadakan BLI. Selanjutnya, pengelolaan kompetisi profesional akan ditangani langsung PT Liga Prima.

“Posisi direktur BLI akan ditiadakan, dan selanjutnya pengelolaan kompetisi profesional akan dikendalikan CEO PT Liga Prima Pak Widjajanto. Tapi kami belum menerima secara resmi surat pengunduran diri Harbiansyah Hanafiah selaku direktur BLI,” ujar Djohar.

“Penghapusan posisi direktur BLI itu sebenarnya didasarkan atas kebijakan untuk melebur enam badan bentukan pengurus PSSI sebelumnya, antara lain yaitu Badan Liga Indonesia (BLI), Badan Liga Amatir (BLA), Badan Futsal Nasional (BFN).”

“Tidak akan ada lagi badan yang berdiri sendiri, dan semua badan tadi akan berada di bawah kendali komite eksekutif. Ini dimaksudkan untuk efisiensi dan memudahkan kontrol kapada semua badan.


Sedangkan mengenai pengelolaan kompetisi amatir yang hingga kini masih lowong, Djohar menyerahkan sepenuhnya kepada Sihar Sitorus sebagai ketua komite kompetisi. Posisi itu nantinya akan diberikan kepada orang profesional.

PSSI Tak Konsisten, Harbiansyah Pilih Mundur

harbiansyah hanafiah
Samarinda - Keputusan mengejutkan diambil Harbiansyah Hanafiah. Ia mundur dari jabatan Direktur Badan Liga Indonesia (BLI) yang baru dipegangnya beberapa hari lalu berdasarkan rapat Komite Eksekutif PSSI. Alasannya inkonsisten PSSI terkait keputusan 24 klub peserta kompetisi tertinggi Liga Indonesia musim 2011/2012 mendatang.

Seperti diketahui, PSSI memutuskan level tertinggi Liga Indonesia maksimal akan diikuti 24 klub setelah sebelumnya hanya menetapkan 18 klub. Delapan belas klub yang bermain di musim ini adalah mereka yang bermain di ISL musim lalu : Persipura, Arema, Persija, Semen Padang, Persib, Persisam, Persiba, Persela, Sriwijaya FC, Persiwa, Deltras, PSPS, Pelita Jaya dan Persijap. Sedangkan empat klub promosi dari Divisi Utama adalah Persiba Bantul, Persiraja Banda Aceh, Mitra Kukar dan pemenang play-off, yakni Persidafon Dafonsoro.

Kedelapan belas klub peserta itu akan ketambahan enam klub lainnya, yakni Persema Malang, Persibo Bojonegoro, PSM Makassar, PSMS Medan, Bontang FC, dan Persebaya Surabaya.

"Itu sudah menyalahi aturan karena Persibo Bojonegoro dan Persema Malang, masih menjalani sanksi karena mengikuti LPI (Liga Primer Indonesia) yang lalu," kata Harbiansyah Hanafiah, yang juga menjabat sebagai Presiden Direktur PT Putra Samarinda Indonesia, kepada wartawan, Jumat (23/9/2011).

"Sanksi itu belum dicabut sampai sekarang. Bagaimanapun saya tidak mau mengikuti langkah yang menyalahi aturan," ujar Harbiansyah.

Disebutkan Harbiansyah, niatan dirinya ikut dalam upaya reformasi PSSI yang menentang kepengurusan Nurdin Halid beberapa bulan lalu, didasari alasan pelanggaran statuta PSSI dan FIFA sebagai peraturan tertinggi persepakbolaan dunia.

"Harapan saya, di era baru kepengurusan PSSI ini bisa lebih baik. Berjalan di atas aturan statuta PSSI maupun statuta FIFA," tambah Harbiansyah.

"Kalau saya bekerja dengan aturan yang salah, bagaimana nantinya? Lebih baik saya berada di luar lingkaran yang ada," jelas Harbiansyah.

Dengan pengunduran itu, Harbiansyah menegaskan akan menjadikannya lebih fokus untuk mengurus Persisam Putra di bawah PT Putra Samarinda Indonesia, menjelang kompetisi musim depan.

"Saya akan fokus di Persisam saja, supaya bisa lebih maju dan yang pasti agar bisa menghibur warga Samarinda," tutup Harbiansyah.

TheLAN Minta PSAP Segera Susun Tim

TheLAN Suporter PSAP SIGLI - SAGOE BAROEH
SIGLI - Pendukung PSAP Sigli yang tergabung dalam Laskar Aneuk Nanggroe  atau LAN meminta manajemen klub sepak bola tersebut segera menyusun tim karena jadwal kompetisi Liga Indonesia 2011/2012 kian dekat. Juru Bicara LAN, Mukhlis, mengatakan selain menyusun tim, para suporter juga meminta manajemen PSAP mempertahankan beberapa pemain musim lalu yang dianggap masih layak.

“Sehingga tidak ada kesan, pemain-pemain yang ikut seleksi di PSAP adalah yang tereliminasi atau kalah bersaing di klub-klub lain,” tambah dia.

Selain itu, kata Mukhlis, manajemen tak boleh tergesa-gesa mengontrak pemain asing karena pada Oktober, pemain Timnas Aceh bentukan Pemerintah Provinsi yang berguru di Paraguay, kembali ke Aceh.

“Beri peluang kepada mereka untuk mengikuti seleksi di PSAP. Tidak salah ketika mereka mampu menunjukkan kemampuannya dan siap jadi skuad PSAP di musim kompetisi tahun ini,” ujar Mukhlis.

Soal dana untuk kompetisi ke depan, sambung Mukhlis, pengurus diminta lebih membuka diri dan menjalin kerjasama dengan sponsor atau pihak lain yang dapat berkontribusi positif pada PSAP. "Bina komunikasi yang lebih intens dengan pihak yang ingin menjadi sponsor PSAP Sigli," saran Mukhlis.

Tentang beberapa masalah di musim lalu seperti gaji pemain, Mukhlis mengingatkan manajemen membenahi sesegera mungkin agar tak jadi kendala di tengan jadwal kompetisi nantinya.

"Karena dikhawatirkan bakal ada sanksi PSSI yang tidak membenarkan setiap klub mengikuti kompetisi sebelum menyelesaikan pemasalahan gaji pemain."

Mengenai dukungan kepada PSAP Sigli, LAN, sebut Mukhlis, tetap berada di barisan terdepan. "Walaupun PSAP bermain di tingkat kompetisi terbawah."[]

Liga Indonesia Tetap Format Satu Wilayah

Jumat, 16 September 2011

"Keputusan sudah final. Ini keputusan mayoritas berdasarkan mufakat."

La Nyalla Mattaliti Anggota Komek (tengah)
VIVAnews - Format Liga Indonesia musim ini tetap menggunakan format satu wilayah. Konsekuensinya, dari 36 tim yang melamar dan menunggu hasil verifikasi akan dipangkas menjadi 18 tim sesuai dengan statuta PSSI.
Hal ini diputuskan dalam rapat Komite Eksekutif PSSI di Hotel Crown, Jakarta, Jumat, 16 September 2011. "Keputusan sudah final, kompetisi format satu wilayah," ujar anggota Komite Eksekutif PSSI, La NyaLla Mattaliti, usai rapat.

La Nyala menambahkan, klub penghuni kompetisi level satu diutamakan untuk klub-klub yang sebelumnya menghuni Liga Super Indonesia. "Kami usahakan 15 klub yang lebih utamakan. Sudah berdarah-darah [bertahan dalam LSI], masa' dibiarin disakiti," tambah La Nyala.

Sementara itu, anggota Komite Eksekutif PSSI yang lainnya, Roberto Rouw, menambahkan keputusan ini sudah final hasil mufakat mayoritas Komite Eksekutif PSSI. "Keputusan sudah final, kembali ke satu wilayah dengan 18 klub peserta. Ini keputusan mayoritas berdasarkan mufakat," ujarnya.

"Tapi proses verifikasi tetap dilaksanakan. Klub-klub tersebut harus memenuhi syarat.  Jadi nanti semua diverifikasi," lanjut Roberto.

"AFC datang 26 September ini untuk verifikasi. Waktu mepet, tapi saya berharap proses pemenuhan persyaratan verifikasi dapat diselesaikan," tandas Rouw.

PSAP, bagaimana nasibmu kini?

Sabtu, 10 September 2011

PSAP sampai detik ini belum jelas dalam segala Hal,
mulai dari Manajement Team, Pengurus PSAP, Coach PSAP, Seleksi Pemain,hingga berita tentang kesiapan team secara keseluruhan, ada apa ini?? komentar duluan, ntar mereka marah, kita tanya tentang PSAP "nyan keuh lagenyan ilee siatnyoe" nyan Jawaban..
bagaimana menurut teman2 semua apa langkah yang harus diambil oleh Manajement PSAP sekarang?
Hampir dipastikan semua pilar-pilar PSAP musim lalu telah  mengikuti seleksi di klub lain, hal ini bisa dimaklumi melihat sampai hari ini manajement PSAP belum melakukan pembentukan team, apalagi pemain eks personil PSAP hanya butuh kepastian.
Saha, Fery komul, dan banyak pemain lain yang lebih memilih team yang punya kondisi lebih sehat. sangat disayangkan memang, Pengurus PSAP sampai detik ini belum bisa melakukan apa2 dikarenakan memang keterbatasan dana yang mulai tahun ini klub profesional tidak bisa memiliki lagi dana APBD sesuai dengan maklumat Menteri dalam negeri, namun sampai kapan kita sebagai pendukung PSAP harus menunggu ketidakpastian ini.. hanya manajement yang tau, semoga kita semua bisa mendapatkan kabar baik.

Baru Satu Klub Serahkan Deposit Ke PSSI

Rabu, 24 Agustus 2011

Madiun Putra telah menyerahkan deposit sebesar Rp2 Miliar ke PSSI untuk mengikuti kompetisi profesional level II.

Medium Putra FC
Hingga hari Selasa (23/08) pukul 16.00 hanya ada satu klub yang telah menyerahkan setoran deposit kepada PSSI, klub tersebut adalah Madiun Putra.

Hal tersebut diungkapkan oleh ketua komite kompetisi PSSI sihar Sitorus. Sihar menyatakan klub asal Madiun tersebut telah membayar deposit sebesar Rp2 Miliar melalui PT Madiun Putra Abadi dan akan mengikuti kompetisi profesional level II.

"Kami sangat senang atas semangat para klub untuk mengikuti assessment ini," katanya.

Menurutnya, berdasarkan data dari PSSI, jumlah klub yang telah menyerahkan data administrasi untuk mengikuti assessment AFC dan liga profesional Indonesia berjumlah 68 klub. Dan dari 68 klub tersebut, hanya satu klub yang meminta mengikuti liga amatir.

"Satu klub yang meminta ikut kompetisi amatir adalah Persekam Metro Malang," katanya.

para pemain Madiun Putra FC

Baru 6 Klub Lengkapi Berkas Verifikasi

PSSI LOGO
Satuan Tugas (Satgas) Asistensi Penilaian Klub Profesional PSSI memberi batas akhir pendaftaran pada hari ini, Senin 22 Agustus 2011. Sayangnya, baru sedikit klub yang sudah lengkap berkasnya.

"Dari 74 klub yang bersedia diverifikasi, ada enam klub yang sudah menyiapkan seluruh berkas," ungkap Mursyid WK, Koordinator Satgas Asistensi Penilaian Klub Profesional.

Lebih lanjut, Mursyid menjelaskan melalui pesan singkatnya bahwa sekitar 15 klub yang mengantongi 10-13 poin, kemudian 22 klub yang kelengkapannya mencapai 5-10 poin, serta sisanya mendapat tak lebih dari 5 poin.

Syarat yang harus dipenuhi antara lain: klub harus memiliki badan hukum berbentuk Perseroan Terbatas (PT), tidak lagi dibiayai APBD, memiliki stadion dan sanggup menyetor deposito senilai Rp5 miliar rupiah.

Hingga sore ini, masih ada sejumlah klub yang datang ke kantor PSSI, di kompleks Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, untuk menyerahkan kelengkapan berkas. Tak terkecuali Persibo Bojonegoro, Persiba Balikpapan, Persija Jakarta dan Persela Lamongan.

Satgas dijadwalkan akan melakukan verifikasi mulai Selasa besok, sebelum diumumkan hasilnya pada 25 Agustus nanti.

68 Klub Ikuti Verifikasi Liga Profesional...

Sihar Sitorus
Sebanyak 68 klub sudah menyerahkan berkas persyaratan guna mengikuti assessment Konfederasi Sepakbola Asia (AFC) dan liga profesional PSSI. Namun, belum semua klub yang melengkapi data-data administrasi.

Hingga batas akhir penyerahan, Senin 22 Agustus 2011, tercatat 68 klub sudah menyerahkan berkas. Ke-68 klub tersebut terdiri dari 18 klub Liga Super Indonesia (ISL) klasemen terakhir 2011, 36 klub Divisi Utama klasemen terakhir 2011, 12 klub Divisi Satu klasemen terakhir 2011, 1 klub Divisi Dua dan 1 klub Divisi Tiga.

67 klub akan mengikuti assessment liga profesional dan satu klub ingin berpartisipasi di liga amatir, yakni Persekam Metro. Hingga hari ini, tim asistensi assessment PSSI masih menunggu klub untuk melengkapi data-data administrasi.

Mayoritas persyaratan yang belum dilengkapi klub-klub adalah deposito partisipasi, yakni senilai Rp5 miliar untuk klub Kompetisi Profesional Level 1 dan Rp2 miliar untuk berlaga di Kompetisi Profesional Level 2. Menurut keterangan Ketua Komite Kompetisi PSSI, Sihar Sitorus, PSSI baru menerima deposito dari Madiun Putra sebesar Rp2 miliar.

Selain berbentuk tunai, PSSI juga memberikan kebijakan pada klub untuk menggunakan bank garansi, sebagai kelengkapan syarat finansial. Tim assitensi assessment masih memberikan kelonggaran, sebelum hasilnya diumumkan pada 25 Agustus mendatang.

"Kami masih menunggu data keuangan dan pengumuman tetap pada 25 Agustus. Kami fokus di (klub) level tertinggi dan akan diserahkan ke AFC pada 3 September," jelas Sihar.

PSSI Melunak, Deposit Tak Harus Uang Tunai

Sabtu, 13 Agustus 2011

JAKARTA -- Terus mendapat protes keberatan dari mayoritas klub membuat PSSI mulai berubah pikiran. Ini terkait dengan keputusan PSSI yang mewajibkan klub calon peserta kompetisi level I untuk menyerahkan deposit partisipasi senilai Rp 5 miliar. Untuk kompetisi level II deposit partisipasi yang harus disiapkan klub senilai Rp 2 miliar. 


Kepada wartawan di kantor PSSI kemarin siang Sekjen PSSI Tri Goestoro menyatakan bahwa deposit partisipasi masih belum pasti. "Ada banyak pertimbangan yang kita lakukan. Karena itu uang deposit Rp 5 miliar itu belum pasti," kata Tri Goestoro.

Tri Goestoro mengatakan bahwa untuk deposit senilai Rp 5 miliar belum tentu dibayarkan dengan uang tunai. "Deposit Rp 5 miliar itu bisa saja diganti dengan aset klub atau bank garansi," sambungnya.

Tri juga mengakui, deposit partisipasi senilai Rp 2 miliar unutk kompetisi level II maupun maupun Rp 5 miliar untuk level II  itu bukanlah  standar AFC (Asian Football Confederation). Tapi itu murni kebijakan PSSI. "Itu ketentuan yang kami buat. Tapi sudah disetujui oleh AFC. Yang penting sekarang, apakah klub-klub punya kesanggupan atau tidak. Makanya kita lihat dulu kesiapan klub," kilah Tri Goestoro.

Seperti diketahui, pada workshop PSSI yang digelar 3 Agustus lalu yang diikuti perwakilan klub dan dihadiri AFC, ketua komite kompetisi PSSI Sihar Sitorus menyebutkan adanya dua level kompetisi profesional, yakni Level I dan Level II. Sejumlah syarat finansial diterapkan untuk menentukan kelayakan sebuah klub berkompetisi di Level I atau Level II, di antaranya adalah pembatasan gaji pemain, pengeluaran selama semusim hingga deposit senilai Rp 5 miliar untuk Level I dan Rp 2 miliar untuk Level II.

Sementara itu, sejak Kamis kemarin (11/8), proses asistensi terhadap klub-klub yang berniat mengikuti kompetisi profesional mulai dilakukan. Untuk tahap pertama, yaitu wilayah Jakarta dan sekitarnya dilakukan di kantor PSSI dan diikuti 16 klub peserta. "Dalam asitensi ini kami jelaskan apa-apa saja yang harus dipenuhi klub. Tadi yang paling banyak ditanyakan peserta adalah soal deposit partisipasi dan badan hukum," kata Sihar Sitorus, anggota Exco yang juga ketua komite kompetisi PSSI.   

Setelah Jakarta, asistensi akan dilangsungkan di Medan (12/8), Jogjakarta, (15/6),  Surabaya (15/8), dan Makassar (15/8).  Saat ini PSSI tengah berburu dengan waktu untuk menyaring klub-klub yang akan mengikuti kompetisi yang akan dimulai pada 8 Oktober mendatang. Itu sesuai dengan instruksi dari AFC yang memberikan deadline pada PSSI maksimal 14 Oktober.

Bagi klub-klub yang berniat mengikuti kompetisi harus menyerahkan dokumen kelengkapan maksimal pada 22 Agustus. Dokumen-dokumen tersebut bakal diverifikasi pada 23 Agustus. "Dan pada 25 Agustus PSSI akan mengumumkan klub-klub mana saja yang akan ikut serta dalam kompetisi profesional liga Indonesia," beber Sihar. (ali/ko)

Jadwal Asistensi Klub Professional
Jakarta, 11 Agustus 2011
1. Sriwijaya FC
2. PS Bengkulu
3. Persita Tangerang
4. ½ Persikota Tangerang
5. ½ Tangerang Wolves
6. Batavia Union
7. Persija Jakarta
8. Persitara
9. ½ Jakarta FC
10. Persib Bandung
11. Pelita Jaya
12. Persikabo kab. Bogor
13. Persikab kab. Bandung
14. Persipasi Bekasi
15. Bandung FC
16. Bogor Raya FC
"

Medan, 12 Agustus 2011
1. Persiraja Banda Aceh
2. PSAP Sigli
3. PSLS Lhokseumawe
4. PSBL Langsa
5. PSGL Gayo Luwes
6. PSSB Biereun
7. Aceh United
8. PSMS Medan
9. Pro Titan FC
10.Bintang Medan
11. Medan Chief
12. Semen Padang
13. Minangkabau FC
14. PSPS Pekanbaru
15. Persih Tembilahan
16. Persires Rengat

Jogjakarta, 15 Agustus 2011
1. Persiba Bantul
2. PSIM Yogyakarta
3. PSS Sleman
4. Real Mataram
5. Persijap Jepara
6. PSIS Semarang
7. Persiku Kudus
8. PSCS Cilacap
9. Persip Pekalongan
10. Persis Solo
11. PSIR Rembang
12. PPSM Magelang
13. Semarang United
14. Solo FC


Surabaya, 15 Agustus 2011
1. Deltras Sidoarjo
2. Arema Malang
3. Persela Lamongan
4. Gresik United
5. Persekam Metro
6. Persik Kediri
7. PSBI Blitar
8. Persipro Probolinggo
9. Persepam Pamekasan
10.Madiun Putra FC
11. Persewangi Banyuwangi
12. PSBK BLitar
13. Persid Jember
14. PSMP Mojokerto
15. Persebaya Surabaya
16. Persema Malang
17. Persebaya 1927
18. Persibo Bojonegoro
19. Bali Devata
20. KSB Sumbawa Barat

Makassar, 15 Agustus 2011
1. Persepar Palangkaraya
2. Barito Putra
3. Persiba Balikpapan
4. Mitra Kukar
5. Persisam Putra Samarinda
6. Bontang FC
7. Persikubar Kutai Barat
8. Manado United
9. Persbul Buol
10. PSM Makassar
11. Perssin Sinjai
12. Persigo Gorontalo
13. Persemalra Langgur
14. Persiram Raja Ampat
15. Perseman Manokwari
16. Persipura Jayapura
17. Persidafon Dafonsoro
18. Persiwa Wamena
19. Perserui Serui
20. PSBS Biak
21. Cenderawasih Papua

Peserta Liga Profesional Berpotensi Membludak

Sekjen PSSI

Jumlah klub peserta kompetisi Liga Profesional Indonesia diperkirakan akan membengkak. Hal ini terkait antusiasme klub dari sejumlah divisi yang ingin masuk dalam kompetisi yang menjadi kasta tertinggi di Indonesia tersebut.

Hingga saat ini, ada sekitar 76 klub yang berasal dari Liga Super Indonesia (ISL), Divisi Utama dan Liga Primer Indonesia (LPI) yang ikut dalam asistensi yang digelar oleh Satuan Tugas PSSI. Asistensi merupakan inisiatif PSSI membantu sebuah klub memenuhi persyaratan verifikasi yang telah ditetapkan.

"Kalau semua mampu lolos, kenapa harus dibatasi. Verifikasi sebenarnya untuk klub ISL dan Divisi Utama. Tapi, kalau ada klub lain yang punya kemampuan, tidak akan kita batasi," ujar Sekjen PSSI Tri Goestoro di kantor PSSI, Jumat 12 Agustus 2011.

Tidak menutup kemungkinan, aku Tri, ke-76 klub yang mengikuti asistensi dapat lolos verifikasi dan ikut serta dalam kompetisi kasta tertinggi yang saat ini sedang digodok oleh PSSI. "Kalau 76 klub lolos verifikasi, kenapa tidak?" papar Tri.

Untuk mengantisipasi membengkaknya jumlah peserta liga, PSSI menyiapkan sejumlah opsi format kompetisi untuk menampung klub-klub tersebut. "Pertama misalnya akan dibagi divisinya. Atau kalau diperlukan, akan dibagi wilayahnya. Banyak opsi yang kita siapkan," papar Tri.

Tri juga menegaskan tidak akan ada peleburan kompetisi ISL dan LPI yang selama ini kerap menjadi polemik. Menurutnya, peleburan hanya terjadi pada tataran klub. "Tidak ada peleburan kompetisi. Nantinya hanya ada satu kompetisi. Dan klub-klub itu yang dicoba akan digabung," ujar Tri.

Mengenai Saya

Foto saya
Sigli, Aceh, Indonesia
 

© Copyright THE LAN 2007 2010 -2011 | Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.