News Update :
Faisal Abdullah Al Makki. Diberdayakan oleh Blogger.

TheLAN Actions

FIFA KLASEMEN

68 Klub Ikuti Verifikasi Liga Profesional...

Rabu, 24 Agustus 2011

Sihar Sitorus
Sebanyak 68 klub sudah menyerahkan berkas persyaratan guna mengikuti assessment Konfederasi Sepakbola Asia (AFC) dan liga profesional PSSI. Namun, belum semua klub yang melengkapi data-data administrasi.

Hingga batas akhir penyerahan, Senin 22 Agustus 2011, tercatat 68 klub sudah menyerahkan berkas. Ke-68 klub tersebut terdiri dari 18 klub Liga Super Indonesia (ISL) klasemen terakhir 2011, 36 klub Divisi Utama klasemen terakhir 2011, 12 klub Divisi Satu klasemen terakhir 2011, 1 klub Divisi Dua dan 1 klub Divisi Tiga.

67 klub akan mengikuti assessment liga profesional dan satu klub ingin berpartisipasi di liga amatir, yakni Persekam Metro. Hingga hari ini, tim asistensi assessment PSSI masih menunggu klub untuk melengkapi data-data administrasi.

Mayoritas persyaratan yang belum dilengkapi klub-klub adalah deposito partisipasi, yakni senilai Rp5 miliar untuk klub Kompetisi Profesional Level 1 dan Rp2 miliar untuk berlaga di Kompetisi Profesional Level 2. Menurut keterangan Ketua Komite Kompetisi PSSI, Sihar Sitorus, PSSI baru menerima deposito dari Madiun Putra sebesar Rp2 miliar.

Selain berbentuk tunai, PSSI juga memberikan kebijakan pada klub untuk menggunakan bank garansi, sebagai kelengkapan syarat finansial. Tim assitensi assessment masih memberikan kelonggaran, sebelum hasilnya diumumkan pada 25 Agustus mendatang.

"Kami masih menunggu data keuangan dan pengumuman tetap pada 25 Agustus. Kami fokus di (klub) level tertinggi dan akan diserahkan ke AFC pada 3 September," jelas Sihar.

PSSI Melunak, Deposit Tak Harus Uang Tunai

Sabtu, 13 Agustus 2011

JAKARTA -- Terus mendapat protes keberatan dari mayoritas klub membuat PSSI mulai berubah pikiran. Ini terkait dengan keputusan PSSI yang mewajibkan klub calon peserta kompetisi level I untuk menyerahkan deposit partisipasi senilai Rp 5 miliar. Untuk kompetisi level II deposit partisipasi yang harus disiapkan klub senilai Rp 2 miliar. 


Kepada wartawan di kantor PSSI kemarin siang Sekjen PSSI Tri Goestoro menyatakan bahwa deposit partisipasi masih belum pasti. "Ada banyak pertimbangan yang kita lakukan. Karena itu uang deposit Rp 5 miliar itu belum pasti," kata Tri Goestoro.

Tri Goestoro mengatakan bahwa untuk deposit senilai Rp 5 miliar belum tentu dibayarkan dengan uang tunai. "Deposit Rp 5 miliar itu bisa saja diganti dengan aset klub atau bank garansi," sambungnya.

Tri juga mengakui, deposit partisipasi senilai Rp 2 miliar unutk kompetisi level II maupun maupun Rp 5 miliar untuk level II  itu bukanlah  standar AFC (Asian Football Confederation). Tapi itu murni kebijakan PSSI. "Itu ketentuan yang kami buat. Tapi sudah disetujui oleh AFC. Yang penting sekarang, apakah klub-klub punya kesanggupan atau tidak. Makanya kita lihat dulu kesiapan klub," kilah Tri Goestoro.

Seperti diketahui, pada workshop PSSI yang digelar 3 Agustus lalu yang diikuti perwakilan klub dan dihadiri AFC, ketua komite kompetisi PSSI Sihar Sitorus menyebutkan adanya dua level kompetisi profesional, yakni Level I dan Level II. Sejumlah syarat finansial diterapkan untuk menentukan kelayakan sebuah klub berkompetisi di Level I atau Level II, di antaranya adalah pembatasan gaji pemain, pengeluaran selama semusim hingga deposit senilai Rp 5 miliar untuk Level I dan Rp 2 miliar untuk Level II.

Sementara itu, sejak Kamis kemarin (11/8), proses asistensi terhadap klub-klub yang berniat mengikuti kompetisi profesional mulai dilakukan. Untuk tahap pertama, yaitu wilayah Jakarta dan sekitarnya dilakukan di kantor PSSI dan diikuti 16 klub peserta. "Dalam asitensi ini kami jelaskan apa-apa saja yang harus dipenuhi klub. Tadi yang paling banyak ditanyakan peserta adalah soal deposit partisipasi dan badan hukum," kata Sihar Sitorus, anggota Exco yang juga ketua komite kompetisi PSSI.   

Setelah Jakarta, asistensi akan dilangsungkan di Medan (12/8), Jogjakarta, (15/6),  Surabaya (15/8), dan Makassar (15/8).  Saat ini PSSI tengah berburu dengan waktu untuk menyaring klub-klub yang akan mengikuti kompetisi yang akan dimulai pada 8 Oktober mendatang. Itu sesuai dengan instruksi dari AFC yang memberikan deadline pada PSSI maksimal 14 Oktober.

Bagi klub-klub yang berniat mengikuti kompetisi harus menyerahkan dokumen kelengkapan maksimal pada 22 Agustus. Dokumen-dokumen tersebut bakal diverifikasi pada 23 Agustus. "Dan pada 25 Agustus PSSI akan mengumumkan klub-klub mana saja yang akan ikut serta dalam kompetisi profesional liga Indonesia," beber Sihar. (ali/ko)

Jadwal Asistensi Klub Professional
Jakarta, 11 Agustus 2011
1. Sriwijaya FC
2. PS Bengkulu
3. Persita Tangerang
4. ½ Persikota Tangerang
5. ½ Tangerang Wolves
6. Batavia Union
7. Persija Jakarta
8. Persitara
9. ½ Jakarta FC
10. Persib Bandung
11. Pelita Jaya
12. Persikabo kab. Bogor
13. Persikab kab. Bandung
14. Persipasi Bekasi
15. Bandung FC
16. Bogor Raya FC
"

Medan, 12 Agustus 2011
1. Persiraja Banda Aceh
2. PSAP Sigli
3. PSLS Lhokseumawe
4. PSBL Langsa
5. PSGL Gayo Luwes
6. PSSB Biereun
7. Aceh United
8. PSMS Medan
9. Pro Titan FC
10.Bintang Medan
11. Medan Chief
12. Semen Padang
13. Minangkabau FC
14. PSPS Pekanbaru
15. Persih Tembilahan
16. Persires Rengat

Jogjakarta, 15 Agustus 2011
1. Persiba Bantul
2. PSIM Yogyakarta
3. PSS Sleman
4. Real Mataram
5. Persijap Jepara
6. PSIS Semarang
7. Persiku Kudus
8. PSCS Cilacap
9. Persip Pekalongan
10. Persis Solo
11. PSIR Rembang
12. PPSM Magelang
13. Semarang United
14. Solo FC


Surabaya, 15 Agustus 2011
1. Deltras Sidoarjo
2. Arema Malang
3. Persela Lamongan
4. Gresik United
5. Persekam Metro
6. Persik Kediri
7. PSBI Blitar
8. Persipro Probolinggo
9. Persepam Pamekasan
10.Madiun Putra FC
11. Persewangi Banyuwangi
12. PSBK BLitar
13. Persid Jember
14. PSMP Mojokerto
15. Persebaya Surabaya
16. Persema Malang
17. Persebaya 1927
18. Persibo Bojonegoro
19. Bali Devata
20. KSB Sumbawa Barat

Makassar, 15 Agustus 2011
1. Persepar Palangkaraya
2. Barito Putra
3. Persiba Balikpapan
4. Mitra Kukar
5. Persisam Putra Samarinda
6. Bontang FC
7. Persikubar Kutai Barat
8. Manado United
9. Persbul Buol
10. PSM Makassar
11. Perssin Sinjai
12. Persigo Gorontalo
13. Persemalra Langgur
14. Persiram Raja Ampat
15. Perseman Manokwari
16. Persipura Jayapura
17. Persidafon Dafonsoro
18. Persiwa Wamena
19. Perserui Serui
20. PSBS Biak
21. Cenderawasih Papua

Peserta Liga Profesional Berpotensi Membludak

Sekjen PSSI

Jumlah klub peserta kompetisi Liga Profesional Indonesia diperkirakan akan membengkak. Hal ini terkait antusiasme klub dari sejumlah divisi yang ingin masuk dalam kompetisi yang menjadi kasta tertinggi di Indonesia tersebut.

Hingga saat ini, ada sekitar 76 klub yang berasal dari Liga Super Indonesia (ISL), Divisi Utama dan Liga Primer Indonesia (LPI) yang ikut dalam asistensi yang digelar oleh Satuan Tugas PSSI. Asistensi merupakan inisiatif PSSI membantu sebuah klub memenuhi persyaratan verifikasi yang telah ditetapkan.

"Kalau semua mampu lolos, kenapa harus dibatasi. Verifikasi sebenarnya untuk klub ISL dan Divisi Utama. Tapi, kalau ada klub lain yang punya kemampuan, tidak akan kita batasi," ujar Sekjen PSSI Tri Goestoro di kantor PSSI, Jumat 12 Agustus 2011.

Tidak menutup kemungkinan, aku Tri, ke-76 klub yang mengikuti asistensi dapat lolos verifikasi dan ikut serta dalam kompetisi kasta tertinggi yang saat ini sedang digodok oleh PSSI. "Kalau 76 klub lolos verifikasi, kenapa tidak?" papar Tri.

Untuk mengantisipasi membengkaknya jumlah peserta liga, PSSI menyiapkan sejumlah opsi format kompetisi untuk menampung klub-klub tersebut. "Pertama misalnya akan dibagi divisinya. Atau kalau diperlukan, akan dibagi wilayahnya. Banyak opsi yang kita siapkan," papar Tri.

Tri juga menegaskan tidak akan ada peleburan kompetisi ISL dan LPI yang selama ini kerap menjadi polemik. Menurutnya, peleburan hanya terjadi pada tataran klub. "Tidak ada peleburan kompetisi. Nantinya hanya ada satu kompetisi. Dan klub-klub itu yang dicoba akan digabung," ujar Tri.

PSSI Belum Menamai Kompetisi

Ketum PSSI
MEDAN, — Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin Husin, mengaku sampai saat ini belum tahu nama kompetisi sepak bola Indonesia musim 2011-12 nanti. Hal itu masih disesuaikan dengan sponsor agar dapat menggaet sponsor sebesar-besarnya.
"Soal nama kompetisi masih kita perbincangkan lagi dengan pihak sponsor," kata Djohar di Medan, Jumat (12/8/2011).
Kompetisi nantinya akan diikuti oleh klub dari Indonesia Super League (ISL) dan Liga Primer Indonesia (LPI), selain juga dari promosi Divisi Utama. Sejauh ini proses peleburan sedang dilakukan. Meski begitu, semua klub harus melalui proses verifikasi untuk bisa mengikuti kompetisi sesuai standar AFC/FIFA.

Klub Divisi Utama Tolak Gabung dengan LPI

Rabu, 03 Agustus 2011

Faisal Abdullah Al Makki (Ketua Harian LAN)
TheLAN-Wacana penggabungan Liga Primer Indonesia (LPI) dengan Indonesia Super League (ISL) Mesti ditolak oleh kontestan klub Divisi Utama, Ketua Harian Laskar Aneuk Nanggroe, Faisal Abdullah Al Makki, menyingkapi tentang wacana tersebut dengan Tegas Menolak ide tersebut.  Hal itu disampaikan setelah Pengurus Laskar Aneuk Nanggroe (Suporter PSAP SIGLI), melaksanakan Rapat di Sekretariat beberapa waktu lalu.
“Silakan klub-klub LPI tetap diverifikasi. Namun jika itu dilakukan harus tetap ada kelompok sendiri dan tidak digabung dengan ISL, apalagi hampir 75% Klub LPI adalah klub kemarin sore yang nilai Historisnya ntah berantah. dan untuk mencapai kasta tertinggi sepakbola Indonesia ada kompetisi yang harus mereka lewati. jangan se enaknya nyelonong terus, ikut Kompetisi resmi PSSI donk,” ujar Faisal.

"Untuk masuk ISL perlu perjuangan panjang bertahun-tahun dan butuh biaya yang tidak sedikit, tidak bisa klub-klub LPI tiba-tiba diikutsertakan dalam ISL yang merupakan kasta tertinggi di Indonesia,” lanjutnya.

jangan hanya karena LPI dimiliki oleh Kubu Jenggala dan mayoritas Pengurusnya PSSI adalah kubu Reformasi, PSSI harus berpatotakan pada statuta FIFA dan PSSI, jangan asal comot klub, ingat..
klub Divisi Utama udah pontang panting dalam memperjuangkan klub untuk berada di kasta tertinggi. Bukan hanya keringat, tapi darah bercucuran karena Sepakbola Indonesia memang dikenal sangat keras.

disinggung mengenai Gaji dan sisa kontrak 25% Pemain PSAP. Faisal hanya menyerahkan sepenuhnya kepada Manajement PSAP untuk segera melunasi Hak-hak mereka.
"sangat disayangkan, ketika kewajiban Sukman Cs telah diselesaikan, manajement belum juga melunasi hak-hak mereka sebagai pemain" ujar Ketua Harian Laskar Aneuk Nanggroe tersebut.

Liga Aceh: Tim Arafura Games Tantang Atjeh Selection

Senin, 20 Juni 2011

Liga Aceh: Tim Arafura Games Tantang Atjeh Selection: "Team Aceh saat tampil di Final Arafura Games BANDA ACEH - Tim Aceh yang sukses tampil sebagai juara di pentas Arafura Games, Darwin, Aus..."

Keputusan Resmi FIFA Mengenai Pertemuan dengan Agum Gumelar

Minggu, 05 Juni 2011

Situs FIFA

Walaupun sempat diwarnai perdebatan dan adu argumentasi antara Ketua Normalisasi PSSI Agum Gumelar dengan Presiden FIFA Sepp Blatter serta direktur asosiasi dan keanggotaan FIFA Thierry Regenass dalam pertemuan di markas FIFA di Zurich, Swiss, Selasa [19/4] lalu, tapi hal tersebut tetap tidak menggoyahkan FIFA untuk tetap berpegang pada keputusan Komite Darurat FIFA yang bersidang tanggal 1 April 2011. Dengan demikan keempat nama yang telah ditolak Komite Banding beberapa waktu lalu yaitu Nurdin Halid, Nirwan D Bakrie, George Toisutta dan Arifin Panigoro tidak dapat dicalonkan sebagai ketua umum atau wakil ketua umum PSSI. Bahkan tidak dapat pula menjadi anggota Komite Eksekutif. Hal itu diperkuat melalui surat yang ditandatangani Sekjen FIFA Jerome Vackle.
Mengenai Komite Pemilihan, FIFA masih tetap berpegang pada perintah awal, yakni dilakukan oleh Komite Normalisasi. Untuk itu Agum diminta melaporkan susunan Komite Pemilihan secepat mungkin ke FIFA, dan tentunya harus mengocok ulang mengenai Komite Pemilihan ini.


Presiden FIFA Joseph S. Blatter dan Direktur Anggota Asosiasi dan Pembangunan, Thierry Regenass bertemu dengan Ketua Komite Normalisasi untuk Asosiasi Sepakbola Indonesia (PSSI) Pak Agum Gumelar di Home FIFA pada hari Selasa 19 April.
Pada pertemuan tersebut, Presiden FIFA berterima kasih kepada Bapak Gumelar untuk komitmennya untuk masa depan sepak bola Indonesia, dan khususnya untuk pekerjaan positifnya sejauh ini dilakukan dalam perannya sebagai Ketua Komite Normalisasi. FIFA juga menegaskan keputusan Komite Darurat FIFA 1 April dan menggarisbawahi sekali lagi bahwa Komite Normalisasi memiliki fungsi (sebagai) komite pemilihan.
Ini berarti bahwa tidak ada komite pemilihan umum lainnya yang dapat dicalonkan. FIFA juga menegaskan kelayakan-non Komite Eksekutif PSSI dari empat kandidat (Bapak Nurdin Halid, Bapak Nirwan Bakrie, Mr George Toisutta dan Bapak Arifin Panigoro) yang ditolak oleh komite banding PSSI pada tanggal 28 Februari 2011.
Kegagalan untuk mematuhi keputusan ini dapat mengakibatkan PSSI menimbulkan sanksi berat, termasuk kemungkinan suspensi. Pertemuan hari Selasa juga menyetujui usulan Komite Normalisasi untuk komposisi Komite Banding, berdasarkan hasil pertemuan April 14 di Indonesia.
Ketiga anggota Komite Banding dengan demikian adalah: Ahmad Riyadh Ub (DKI Timur), Rio Denamore (Persepar Palangkaraya) dan Umuh Muhtar (Persib Bandung). Akhirnya, FIFA mengakui penerimaan kode draf pemilu yang diterima dari Komite Normalisasi PSSI. Sebuah versi revisi sekarang sudah dikirim kembali oleh FIFA, agar draft akhir untuk memenuhi persetujuan FIFA.

"Kongres Harus Sesuai Aturan FIFA!"

Sabtu, 04 Juni 2011

RD - assisten pelatih Timnas U-23/ Coach Persija
JAKARTA - FIFA memberi kesempatan pada PSSI untuk menggelar kembali kongres pemilihan ketua umum. Pelatih Persija Jakarta Rahmad Darmawan mengimbau agar semua pihak mematuhi aturan yang berlaku, demi eksistensi Merah Putih di kancah internasional.

Ketua Komite Normalisasi (KN) Agum Gumelar, yang bertindak sebagai pimpinan sidang, terpaksa menutup kongres 20 Mei yang berlangsung hampir tujuh jam tanpa menghasilkan satupun keputusan. Agenda pemilihan ketua umum, wakil ketua, serta anggota komite eksekutif PSSI periode 2011-2015, tidak terlaksana.

Sejumlah peserta, yang mengusung dua nama bakal calon ketua umum yang dicekal FIFA, George Toisutta dan Arifin Panigoro, tak hentinya mengalirkan interupsi sepanjang kongres. Alhasil, kongres dihentikan atas rekomendasi utusan FIFA yang hadir langsung saat itu, Thierry Ragenass.

Beruntung, FIFA masih memberi kesempatan pada PSSI untuk menggelar kongres kembali, sebelum 30 Juni. Sebagai salah satu pelaku persepakbolaan nasional, Rahmad ‘RD’ Darmawan mengimbau agar semua pihak mematuhi aturan yang berlaku, jika masih menginginkan Garuda Merah Putih berkiprah di kancah internasional.

“Kita kembalikan saja pada aturan. Jika tetap ingin menjadi anggota FIFA, maka aturan harus dijalankan,” cetus RD, dikutip melalui perbincangan dengan Radio Elshinta, Minggu (5/6/2011).

“Selama masih ingin mengikuti event internasional, aturan FIFA harus dilaksanakan. Oleh karena itu, dibutuhkan kearifan dari semua pihak,” tegas pelatih yang juga menangani Timnas Indonesia untuk SEA Games 2011. (far)


Tak Ada Sanksi FIFA bagi Indonesia

Senin, 30 Mei 2011

JAKARTA, — Asosiasi Sepak Bola Internasional (FIFA) tidak akan menjatuhkan sanksi kepada Indonesia. Informasi itu diperoleh pegiat Gerakan Reformasi Sepak Bola Nasional Indonesia dari Sekretaris Jenderal FIFA Jerome Valcke dalam pertemuan di markas FIFA, Zurich, Swiss, Minggu (29/5/2011).
"Confirm (dipastikan) tidak ada sanksi buat Indonesia dan tidak ada di agenda kongres. Saya baru bertemu Jerome Valcke," kata Farid Rahman, delegasi khusus Gerakan Reformasi Sepak Bola Nasional Indonesia (GRSNI), melalui pesan singkat (SMS), seusai bertemu Valcke. Untuk meyakinkan pertemuannya dengan "orang penting kedua" FIFA itu, ia mengirim fotonya bersama Valcke.
Perdebatan seputar ada atau tidaknya sanksi dari Asosiasi Sepak Bola Internasional untuk Indonesia menyusul kongres PSSI yang gagal pada 20 Mei lalu telah menjadi polemik di Tanah Air lebih dari sepekan terakhir. Dalam beberapa kesempatan, beberapa anggota Komite Normalisasi (KN), termasuk Ketua KN, Agum Gumelar, sering melontarkan pernyataan soal kemungkinan besar adanya sanksi FIFA bagi Indonesia.
Komite Eksekutif FIFA dijadwalkan menggelar sidang, Senin (30/5/2011), yang salah satu agendanya membahas laporan perkembangan kisruh sepak bola Indonesia, termasuk kongres PSSI yang gagal. Dari pertemuannya dengan Valcke sekitar 30 menit itu, menurut Farid, sidang Komite Eksekutif FIFA juga tidak mengagendakan pembahasan sanksi untuk Indonesia.
"Sidang Exco FIFA akan membahas laporan (Thierry) Regenass dan Frank van Hattum yang hadir dalam kongres PSSI," ujar Farid. Regenass adalah Direktur Asosiasi Anggota dan Pengembangan FIFA, sementara Van Hattum adalah anggota Komite Asosiasi FIFA.
Menurut Farid, informasi yang diperolehnya dari Valcke juga menyebutkan soal status dan kelanjutan KN. "Tentang keputusan perpanjangan KN dan siapa yang duduk di KN, hal itu masih akan dibicarakan di Komite Asosiasi (FIFA)," ujar Farid.
Agum Gumelar dan anggota KN, Joko Driyono, juga ke Swiss dan dijadwalkan bertemu Regenass pada Minggu kemarin. Selain itu, keduanya juga dijadwalkan hadir pada kongres FIFA, Senin ini dan Selasa besok, mewakili PSSI. (ANG/SAM)

Kisah Negara yang Pernah Disanksi FIFA

Rabu, 25 Mei 2011

Jakarta - Sudah ada 18 negara yang pernah menerima sanksi dari FIFA. Lalu kenapa dan bagaimana sampai bisa federasi-federasi tersebut mendapatkan hukuman?

Buntut tidak rampungnya Kongres PSSI 20 Mei lalu, yang sebenarnya digelar untuk memilih kepengurusan 2011-2015, Indonesia disebut-sebut tengah dalam ancaman dari sanksi FIFA.

Adalah Ketua Komite Normalisasi (KN) Agum Gumelar yang berkata demikian, usai ia bertemu dengan perwakilan FIFA Thierry Regenass sehari setelah kongres di Hotel Sultan.

Namun dari apa yang sudah dijabarkan sebelumnya, apakah memang Indonesia patut disanksi? Apakah sudah ada pelanggaran statuta FIFA yang dilakukan dalam kongres?

Sekadar memberi informasi, di bawah ini detiksport memberi gambaran kenapa sebuah negara bisa dijatuhi sanksi oleh FIFA. Bosnia Hezergovina, Iran, Yunani, Nigeria dan Irak jadi sampelnya.

1. Bosnia: Mereka disanksi 1 April lalu karena memiliki tiga presiden asosiasi sepakbola ( NFSBiH). Kenapa tiga? Itu sebagai bentuk perwakilan dari tiga etnis utama di sana (Bosnian, Croatia dan Serb). FIFA meminta mereka memilih satu presiden namun ditolak karena (salah satu alasannya) sistem politik di negara mereka demikian. Pemimpin negara dirotasi bergantian supaya tiga etnis itu dapat giliran berkuasa. Dalam hal ini Bosnia melanggar statuta FIFA bahwa presiden federasi hanya boleh dijabat satu orang.

2. Irak: Irak dihukum sementara FIFA pada 20 November 2009. Sebabnya adalah tindakan pemerintah Irak yang membubarkan Komite Olimpiade Nasional dan semua induk olahraga di negara tersebut (termasuk asosiasi sepakbolanya). Sanksi pada Irak ini kemudian dicabut pada 19 Maret 2010. Dalam hal ini ada intervensi pemerintah terhadap asosiasi

3. Nigeria: Disanksi 4 Oktober 2010. Sebabnya adalah: 1.) Menteri Olahraga Nigeria memulai liga tanpa menerapkan degradasi dari musim berikutnya. 2.) Komisi Olahraga Nigeria memaksa Sekjen Federasi Sepakbola Nigeria (NFF) Musa Amadu untuk melepaskan jabatannya. 3.) Melarang kepengurusan baru Federasi Sepakbola Nigeria untuk melakukan tugasnya. Dalam hal ini pemerintah Nigeria melakukan intervensi.

4. Yunani: Diskorsing FIFA pada 3 Juli 2006, meski kemudian dicabut tanggal 7 Juli tahun yang sama. Yunani ini melanggar aturan FIFA soal larangan adanya intervensi pemerintah. Disebutkan Menteri Olahraga Yunani mengeluarkan aturan yang dianggap FIFA menodai independensi Asosiasi Sepakbola Yunani (HFF)

5. Iran: Di skors karena Pemerintah memecat Presiden Federasi Sepakbola Iran (IRIFF) Mohammded Dadkan pasca kegagalan timnasnya di Piala Dunia 2006. Hukuman jatuh 23 November 2006 dan dicabut 19 Desember 2006. Dalam hal ini Iran dianggap melanggar pasal 17 Statuta FIFA.

Dari kelima kasus itu dan kasus-kasus yang terjadi di 13 negara lainnya, alasan FIFA menjatuhkan sanksi karena adanya pelanggaran statuta FIFA dan juga intervensi pemerintah, yang mana diatur dalam pasal 13 ayat 1 poin G.

Lalu sebelum memberi sanksi FIFA terlebih dahulu memberi peringatan dan mereka menyebut batas akhir tanggal yang harus dipenuhi, jika sebuah negara mau terhindar dari sanksi. Peringatan itu biasanya datang seminggu sebelum batas waktu serta ada yang beberapa bulan lamanya.
nah... Bagaimana dengan Indonesia?? Jika sampai 30 Mei 2011 (Sidang Exco FIFA) PSSI dalam hal ini KN belum bisa menghasilkan Ketua Baru, PSSI atau INDONESIA, siap menerima kenyataan Pahit.
SANKSI FIFA..

Mengenai Saya

Foto saya
Sigli, Aceh, Indonesia
 

© Copyright THE LAN 2007 2010 -2011 | Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.