News Update :
Faisal Abdullah Al Makki. Diberdayakan oleh Blogger.

TheLAN Actions

FIFA KLASEMEN

KPK Temukan Pelanggaran Penggunaan APBD untuk Klub

Senin, 04 April 2011


Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) rampung melakukan kajian terhadap penggunaan APBD untuk keperluan sepakbola. KPK menemukan setidaknya tiga pelanggaran terhadap penggunaan APBD.

"Berdasarkan kajian yang kami lakukan, KPK mengidentifikasi tiga temuan," tutur Pimpinan KPK M Jasin ketika memaparkan hasil kajian KPK, di kantornya, Jl Rasuna Said, Jakarta Selatan, Selasa (5/4/2011).

Tiga temuan dari KPK tersebut adalah, pertama, dilanggarnya asas umum pengelolaan keuangan daerah pada pengelolaan dana APBD bagi klub sepak bola. Kedua, adanya rangkap jabatan pejabat publik pada penyelenggaraan keolahragaan di daerah yang dapat menimbulkan konflik kepentingan

Sedangkan, ketiga, dilanggarnya prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan hibah dari APBD. Jasin mengatakan, permasalahan tersebut secara umum mengakibatkan alokasi anggaran hibah kepada klub sepak bola menjadi tidak adil jika dibandingkan dengan alokasi untuk beberapa urusan wajib lainnya.

"Serta memunculkan potensi konflik kepentingan dan timbulnya berbagai variasi aturan yang berpotensi korupsi," papar Jasin.

Fresh News: FIFA ambil alih kontrol trhdp PSSI. GT, AP, NB, NH dilarang jd ketua PSSI



Normalisation Committee in Indonesia
(FIFA.com) Monday 4 April 2011
Print
Email my friend
Share

Following the latest events linked to the Football Association of Indonesia (PSSI), the FIFA Emergency Committee decided on 1 April 2011 that, in accordance with article 7 paragraph 2 of the FIFA Statutes, a Normalisation Committee will take over from the current PSSI executive committee.

The FIFA Emergency Committee estimated that the current PSSI leadership was not in control of football in Indonesia as proven by the failure to gain control of the run-away league (Liga Premiere, LPI) set up without the involvement of PSSI or by the fact it could not organise a congress whose sole goals were to adopt an electoral code and elect an electoral commission. The FIFA Emergency Committee came thus to the conclusion that the PSSI leadership had lost all credibility within Indonesia and was not in a position anymore to lead the process to solve the current crisis.

The mission of the Normalisation Committee is: to organise elections based on the FIFA electoral code and PSSI statutes before 21 May 2011; to bring the run-away league under PSSI control or have it stopped as soon as possible; to run the day-to-day activities of PSSI in a spirit of reconciliation for the good of the Indonesian football

The Normalisation Committee is composed by personalities of the Indonesian football who will not be able to run for any of the PSSI positions and would act as an electoral commission. It confirmed as well the non-eligibility to the Presidency of PSSI of the four candidates who were rejected by the PSSI appeal committee on 28 February 2011.


Komite Normalisasi di Indonesia

Sehubungan dgn kondisi terkini di PSSI, FIFA Emergency Committee, pada 1 appril 2011 memutuskan, sesaui dgn pasal 7 paragraf 2 Statuta FIFA, sebuah Komite Normalisasi akan mengambil alih Exco PSSI saat ini.

FIFA Emergency Committee memperkirakan bahwa tampuk kepemimpinan PSSI saat ini tidak dpt melakukan kontrol terhadap persepakbolaan Indonesia, yg ditunjukkan dgn kegagalan mengkontrol liga "pemberontak" (Liga Primer, LPI) yang di bentuk tanpa campur tangan PSSI atau/serta secara nyata tidak mampu mengelola kongres yang bertujuan utama mengadopsi electoral code dan memilih Komisi Pemilihan. FIFA Emergency Committee menyimpulkan bahwa kepemimpinan PSSI telah kehilangan seluruh kredibilitasnya di Indonesia dan tidak berada pada posisi untuk bisa mengawal suatu proses yang dapat menyelesaikan krisis yang sedang terjadi.

Misi dari Komite Normalisasi adalah untuk: melakukan pemilihan yang berdasarkan FIFA electoral code dan statuta PSSI sebelum 21 May 2011; mengkontrol liga "pemberontak" berada dibawah PSSI atau menghentikannya sesegera mungkin; menjalankan aktifitas keseharian dalam semagat rekonsiliasi untuk kebaikan persepakbolaan Indonesia.

Komite Normalisasi terdiri atas orang2 persepakbolaan Indonesia yg tidak akan memiliki posisi dalam PSSI dan akan bertindak sebagai Komisi Pemilihan. Juga dikonfirmasikan bahwa 4 kandidat yang ditolak oleh komisi Banding pada 28 Feb 2011 tidak dapat menjadi Ketua PSSI.

Menpora Dukung Keputusan FIFA Terhadap PSSI

Andi Alfian Mallarangeng

Jakarta - Keputusan FIFA untuk membentuk Komite Normalisasi dan mengambilalih Exco PSSI, disambut baik Menpora Andi Mallarangeng. Menurutnya, keputusan tersebut sudah sejalan dengan apa yang diinginkan pemerintah.

Seperi diberitakan sebelumnya, FIFA mengambil langkah tegas terkait kisruh di tubuh PSSI. Mereka juga menyebut bahwa PSSI sudah tak lagi dinilai kredibel dalam menjalankan persepakbolaan di Indonesia.

"Kami juga sudah mendapat kabar semalam tentang keputusan FIFA itu. Intinya pemerintah menyambut baik keputusan FIFA untuk membentuk Komite Normalissasi dan mengambilalih kepengurusan Exco PSSI saat ini," ujar Andi kepada wartawan di kantor KPK, Selasa (5/4/2011) pagi WIB.

"Ini sejalan dengan kepututsan pemerintah sebelumnya yang tidak mengakui kepengurusan PSSI di bawah kepemimpinan NH (Nurdin Halid). Dengan demikian maka semuanya sudah klop, apa yang sudah dituliskan FIFA dan apa yang dituliskan pemerintah."

"Kita tinggal menunggu kapan terbentuknya Komite Normalisasi tersebut. Dan begitu Komite Normalisasi terbentuk, maka pemerintah bisa segera memfasilitasi, memberi pelayanan, sehingga komite itu bisa menjalankan tugasnya menyelenggarakan kongres pemilihan Ketua Umum, Wakil Ketua Umum dan anggota Exco PSSI lainnya."

"Dan jika Komite Normalisasi sudah terbentuk nantinya, fasilitas yang bisa kami berikan adalah bisa menempati kantor PSSI yang sekarang dan menjalankan fungsi keseharian PSSI sebagaimana layaknya di kantor PSSI tersebut."

"Kami segera berkomunikasi dengam FIFA untuk menanyakan info yg lebih detail, dalam hal ini termasuk personel Komite Normalisasi."

"Sebagaimana yang diputusakan FIFA, Komite Normalisasi akan diawaki insan bola Indonesia yang kredibel, terpandang, tapi tak punya ambisi untuk mencalonkan ataupun dicalonkan dalam kepengurusan PSSI."

"Dan kami menunggu, setelah komite itu berjalan kami mendukung sepenuhnya akan memfasilitasi menjalankan kompetisi liga apakah itu LSI (Liga Super), Divisi Utama, hinga Divisi I, II dan III. Pokoknya semua berjalan terus. Juga persiapan timnas juga berjalan didukung terus," tegas Andi.

FIFA Tugaskan Komite Normalisasi Ambil Alih PSSI


Akhirnya FIFA benar2 siap menengahi kisruh yang tiada akhir..
sekarang mari kenali diri dan fungsi masing-masing.. jangan asal Serobot.
PSSI harus diselamatkan, dan LPI harus dibubarkan!!
karena gak berafeliasi dibawah nangungan PSSI, karena PSSI masih "anak" FIFA.
Nurdin sudah memutuskan tidak akan mencalonkan lagi, dan itukan alasan dari pihak jenggala melakukan ini semua?? sekarang semua udah clear, PSSI ada ditangan yang sebenarnya, yakni FIFA, seperti ulasan FIFA per 1 April 2011.
Keputusan itu diambil FIFA setelah PSSI tidak mampu menyelesaikan tugas-tugas yang dibebankan induk asosiasi sepak bola Dunia itu pada mereka. FIFA menilai PSSI di bawah kepemimpinan Nurdin Halid gagal mengontrol liga tandingan arahan Arifin Panigoro, Liga Primer Indonesia (LPI). Tidak hanya itu, FIFA juga menilai Nurdin gagal menyelenggarakan kongres sebelum tengat waktu yang telah ditentukan, yaitu 30 Maret 2011.

Berdasarkan pernyataan resmi yang dilansir situs resmi FIFA, Komite Normalisasi ini akan bertugas, "Mengorganisasi kongres berdasar standard electoral code FIFA dan statuta PSSI sebelum 21 Mei 2011, mengontrol liga tandingan atau membubarkannya secepatnya, menjalankan aktivitas keseharian PSSI di dalam semangat rekonsiliasi untuk kebaikan sepak bola Indonesia."

Berdasarkan pernyataan resmi FIFA, Komite Normalisasi itu sendiri akan terdiri dari tokoh-tokoh sepak bola Indonesia, yang tidak akan bisa dicalonkan pada posisi apapun di PSSI periode selanjutnya. Selain itu FIFA memutuskan kalau empat calon ketua umum PSSI, yang sebelumnya dibatalkan oleh Komite Banding PSSI pada 28 Februari lalu, tidak diperkenankan lagi ikut pemilihan ketua umum PSSI periode selanjutnya.

STATEMENT TheLAN UNTUK PERTANDINGAN PSAP SIGLI VS PERSIH TEMBILAHAN TANGGAL 02 APRIL 2011 KUTA ASAN STADIUM

Rabu, 30 Maret 2011


Sagoe Baroeh Kuta Asan – Harimau Rawa itu bukan Carnivora Pemakan Daging yang serta merta datang ke Kuta Asan Sehingga bisa memiliki kemampuan menyayat kita PSAP, Mereka Cuma Harimau pemakan Sayuran dan Pelet aja. TheLAN akan tetap menyambut Harimau Rawa dengan Senyuman yang indah, tapi mata kami akan tetap membelalak Menatap mempelototin mereka.
Dan Kami minta kepada PANPEL Pertandingan di Kuta Asan agar kiranya bisa Fokus untuk menjaga Keamanan baik di Stadion Kuta Asan maupun diluar Stadion kepada PERSIH TEMBILAHAN Selama mereka berada di Wilayah Pidie hingga ke Perbatasan.. hal ini harus dilakukan berkenaan dengan Sikap Panpel, Manajement, Perangkat Pertandingan, Penonton Serta Oknum Aparat di Stadion Beringin Tembilahan yang serta merta telah menciderai Sifat Sportivitas Sepakbola dengan Sikap Anarkis mereka terhadap kesebelasan PSAP. yang kita takutkan adalah adanya Sikap Balas Dendam yang bisa saja dilakukan oleh Penonton, hal ini dikarenakan, Sikap Penonton Persih yang mengejar dan Melempari Pemain PSAP hingga ke Penginapan.
Kepada segenap Saudara-saudara kami dari Laskar Aneuk Nanggroe dan Penonton yang hadir nantinya di Kuta Asan, kami menghimbau untuk menjaga ketentraman dan kenyamanan, tidak boleh ada lemparan dalam bentuk apapun selama pertandingan PSAP Vs PERSIH dan Pastinya Selama mereka berada di Ranah Hukum Pidie. Karena jika hal ini terjadi, yang pastinya PANPEL akan terkena sanksi dan bisa-bisa  akan berdampak buruk serta Sanksi berat terhadap PSAP.
TheLAN juga meminta kepada segenap pemain maupun pengurus Persih Tembilahan, selama kalian Bertanding, jangan coba-coba untuk memancing suasanan yang aman menjadi tidak nyaman serta memprovokasi selama pertandingan. Hal ini kita takutkan akan membuat Penonton yang hadir bisa terpancing dan marah. Buktikan kalau orang Pidie memang Jagonya memuliakan tamu, tapi dengan catatan Persih na nginap di Sigli,,,,,menyoe hana nginap dan langsung dari Banda.. Persih Bukan Jamee tanyoe. Ayoo kita dukung PSAP dengan sikap santun dan sopan. Jangan bunuh team PSAP dengan sikap Racisme, dan Anarkis. Karena Laskar Aneuk Nanggroe Cinta Perdamaian.

Wassalam
TheLAN

welcome to the real battle field .. Aceh ready to Entertain you, Ooo Tembilahan

Senin, 28 Maret 2011


PSAP Siap dan Siap Melumat, Menggorok PERSIH
Wahai Harimau Rawa, Apa Yang kalian berikan kepada PSAP di Tembilahan, akan Kami berikan juga.
Karena kalian yang Jual, dan Kami akan Beli.
Kalian Kejar PSAP ke Hotel?? Kami dari Perbatasan Aceh Siap Menunggu Anda..
Pemukulan, dan Mengejar Pemain PSAP sampai ke Hotel itu benar2 tidak bisa kami Terima..
klo dalam pertandingan, teror, teriakan, bahkan mengumpat sebatas Vocal itu masih kami terima..
tapi Suporter Tembilahan mengejar Pemain kami sampai ke Hotel??? Itu BIADAP namanya..
ingat... kalian akan mengunjungi 4 Wilayah aceh.. dan Kami akan "menyambut" dengan sebuah kalimat
""" welcome to the real battle field ..
Aceh ready to Entertain you, Ooo Tembilahan.
"""

Selamatkan PSAP, karena PSAP milik Masyarakat PIDIE dan Bukan Milik Pribadi.


Sagoe Baroeh Kuta Asan - Tau Gak... PSSB Bireuen berangkat ke Jakarta untuk melaksanakan Partai Tandang hanya berjumlah 16 orang. Mereka sadar, dengan Kondisi keuangan yang ada di Kas PSSB.. klo pun hasil mengecewakan yang mereka dapatkan nanti di Jakarta, saya rasa Juang Mania bisa menerima dan memahami betul kondisi yang ada.

menilik ke Belakang, saat PSAP bermain di Tanggerang & Bekasi, tau gak jumlah total yang berangkat kesana??
32 orang....wkwkkwkwkw.... pubut ilee jai that lagenyan ijak... dengan kondisi keuangan PSAP yang kembang kempis..  dengan Jumlah 22 saja, romongan PSAP bisa menghemat anggaran sekitar 40 Juta, jika memang dengan perincian masing2 orang diperkirakan menelan Biaya 4 Juta/orang(akomodasi,penginapan, TIket pesawat PP).. nah.. dengan penghematan anggaran sekitar 40 Juta, kenapa tidak Pengurus bisa meminjamkan uang minimal 1 juta untuk pemain agar pemain bisa mengirimkan kepada Keluarga mereka, dan Bagi mereka yang lajaang masih bisa belanja ke Tanah abang.. namun apa2 yang terjadi??? ada beberapa pemain yang memang mulai angin2an berlatih karena gak sanggup membalas SMS or Telepon dari Keluarga mereka yang minta dikirimin uang susu  anak atau belanja dr pemain.. sungguh Ironis.. Ingat, Sisa Partai PSAP tinggal 5 lagi dengan asumsi bisa maksimal 15 point.. Persis Rengat, Persih, Pro Titan, PSMS dan Bengkulu. jika bukan tahun ini jangan bermimpi PSAP bisa melenggang ke ISL..
PSAP ooh PSAP.... Selamatkan PSAP, karena PSAP milik Masyarakat PIDIE dan Bukan Milik Pribadi.

Daftar Terhukum Komdis PSSI Bertambah

Minggu, 20 Maret 2011

JAKARTA - Komisi Disiplin PSSI kembali merilis daftar “para terhukum” yang terlibat aktif dalam Liga Primer Indonesia. Dari data yang diperoleh Direktorat Media, ada sekitar 57 daftar terhukum baru yang dikeluarkan melalui SK Komdis tanggal 7 Maret 2011.

Pada tanggal 18 Ferbruari lalu, Komdis telah lebih dulu merilis 53 daftar para terhukum yang terdiri dari perangkat pertandingan, wasit, pelatih, dan pemain asing. Total daftar terhukum tersebut saat ini menjadi 110.

"Komdis berusaha menegakkan kedaulatan sepakbola atas upaya pihak-pihak tertentu yang menyelenggarakan kompetisi sepakbola tanpa mematuhi aturan FIFA. Semua pihak yang terlibat dihukum karena melakukan tingkah-laku buruk terhadap PSSI dan FIFA," ungkap Ketua Komdis PSSI, Dr. Hinca Pandjaitan, A.C.C.S, SH.

"Apa yang dilakukan Komdis PSSI adalah untuk menjaga kedaulatan FIFA sebagai pemilik tunggal sepakbola," tegas Hinca Pandjaitan.

INDOESIA U-23 SEA Games Digembleng di Markas Kopassus? Luar Biasa.

Jumat, 18 Maret 2011

KOPASSUS
 
JAKARTA- Target merebut emas di SEA Games 2011 membuat timnas melakukan persiapan secara maksimal. Termasuk, persiapan yang berpotensi melanggar ketentuan yang sudah ditetapkan Program Indonesia Emas (Prima). Yakni program character building selama dua minggu di Markas Kopassus di Batujajar, Jawa Barat (Jabar). 

Badan Tim Nasional (BTN) menyatakan keberatan dengan durasi program tersebut. Menurut mereka, dikarantina selama dua minggu di Markas Kopassus dianggap kelamaan. BTN khawatir kondisi fisik dan skill para pemain akan menukik tajam jika tetap menjalani masa karantina tersebut.

Bukan rahasia lagi, kondisi fisik para pemain penghuni Pelatnas memang tak begitu memuaskan. Pelatih Timnas Alfred Riedl pun harus membenahi kondisi fisik Yongki Ariwibowo dkk.

Karena itu, hingga kini mereka tak memberikan jawaban kepada Prima. Padahal, Prima sudah terang-terangan meminta agar para atlet yang tergabung di Pelatnas mengikuti character building.  "Memang sudah diminta sama Prima. Tapi saya belum tetapkan," jelas Iman Arif, direktur teknik BTN kemarin (16/3). 

Naga-naganya, BTN tak akan mengikuti program tersebut. Indikasinya, mereka lebih mengutamakan TC ketimbang program itu. Selain itu, mereka akan menjadikan kompetisi Liga Indonesia sebagai tameng.

"Saya coba diskusikan lebih lanjut karena TC mulai bulan depan dan mungkin terbentur kompetisi. Mungkin sesudah kompetisi selesai," tandas lelaki yang juga menjabat sebagai manajer Timnas U-23 tersebut.

Nah, jika tak mau menjalani program tersebut, PSSI harus bersiap mendapatkan hukuman yang tak ringan dari Prima. Yakni Surat Keputusan  (SK) para pemain tak akan diterbitkan. Dengan begitu, Prima tak akan menggelontorkan dana operasional bagi Timnas selama masa persiapan.

Buntutnya, PSSI tentu harus menggaji para pemain dengan kocek pribadi. "Kalau tak ikut character building, SK atlet tak akan turun," tegas Tono Suratman, Ketua Satuan Pelaksana (Satlak) Prima. (ru)

Wahai Pengurus PSAP........ LUNASI GAJI dan KONTRAK 25% & PEMAIN PSAP

Skuad PSAP

SAGOE BAROEH - Hasil Analisis Pertandingan PSAP V PERSITARA
Murni NON TEKNIS.. oooohhhh Manajement, Bek Takheun Gaji ile, tapi Neubayeu ilee 25% sisa kontrak,,, mereka Pemain PSAP punya keluarga sama seperti Kalian.. Terbukalah kalian untuk mencari Sponsor diluar Pengurus, Mana Pengusaha PIDIE??? Bantu PSAP.... dan Kepada Pengurus kami harapkan, Menyoe hana neulunasi Gaji pemain, bek neuk harap PSAP akan Lolos ISL, Mimpi pun Jangan.. Sayang that... ooohhhh Pengurus PSAP... lunasi hak2 mereka sebagai Pemain.. karena pemain hingga detik ini sudah membuktikan kapasitas mereka sebgai Pengharum Nama PIDIE dikancah Sepakbola Nasional... PSAP ooohhh PSAP.....
By: 007 LAN

Mengenai Saya

Foto saya
Sigli, Aceh, Indonesia
 

© Copyright THE LAN 2007 2010 -2011 | Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.